PT. BESTPROFIT FUTURES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penguatan mata uang negeri Paman Sam diperkirakan masih berlangsung dan membuat nilai tukar rupiah masih akan tertekan. Tercatat, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat (12/12/2014) rupiah di level Rp 12.432 per dolar AS.

Analis Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen positif terhadap laju rupiah dan sikap tenang yang ditunjukkan oleh Bank Indonesia (BI), menimbulkan persepsi di kalangan pelaku pasar bahwa BI menyetujui pelemahan tersebut. Sebab, posisi rupiah saat ini dianggap sudah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.

“Dengan pernyataan tersebut, tentu pelaku pasar juga berpandangan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang kurang baik sehingga rupiah melemah,” kata Reza, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Atas dasar itu, Reza memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 12.443 sampai Rp 12.425 per dolar AS (berdasarkan kurs tengah BI).

Lebih jauh dia mengatakan, belum adanya sentimen positif ke depan maka hingga akhir tahun diproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa bertahan pada kisaran Rp 12.400. Jika hal tersebut terus dibiarkan oleh regulator, maka bukan tidak mungkin pada awal tahun depan rupiah pada level Rp 12.600.

PT. BESTPROFIT FUTURES