http://bisnis.news.viva.co.id

Pajak ini diberlakukan untuk setiap mobil yang melintas di jalan tol.

VIVA.co.id – Pemerintah tengah mematangkan aturan pungutan pajak jasa jalan tol. Nantinya, jenis kendaraan yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen ini adalah kendaraan pribadi.

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Sigit Priadi Pramudito, mengatakan bahwa pihaknya telah membicarakan pajak jalan tol dengan kalangan pengusaha. Pengusaha meminta agar kendaraan-kendaraan pengangkut barang, terutama barang kebutuhan rumah tangga, tak dikenakan pajak jalan tol. Sebab, hal ini akan berpengaruh terhadap harga barang.

“Kalau mobil pribadi, oke. Yang golongan-golongan II itu jangan dikenakan,” jelas Sigit di Jakarta, Selasa 19 Mei 2015.

Ia juga mengatakan bahwa penerapan tarifnya akan disamakan dengan rencana peningkatan tarif jalan tol dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Revisi beleid terkait PPN 10 persen terhadap jasa jalan tol ini dijadwalkan rampung pada Juni 2015 mendatang. Rencananya, pajak tak akan diberlakukan di semua ruas tol.

“Kami melihat rencana Jasa Marga. Jasa Marga sudah punya rencana, ruas mana yang tarif tolnya akan naik tahun ini, dan ruas mana yang tarifnya akan naik tahun depan. Tiap dua tahun, (tarif tol), kan harus naik,” katanya. (one)