Bestprofit Futures Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahanRakyat (PUPR) akan menggunakan anggaran 2017 untuk tiga program prioritas nasional.Ketiganya adalah ketahanan air/pangan, konektivitas, dan perumahanpermukiman. Adapun anggaran yang diterima Kementerian PUPR pada 2017, sebanyak Rp 105,6 triliun Bestprofit Futures Jakarta.

Pada program perumahan dan permukiman, Menteri PUPR Basuki menyatakan akan membangun 497.800 unit rumah.Sebanyak 11.400 unit di antaranya merupakan rumah susun (rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Selain rusun, dalam rangka menurunkan backlog perumahan, juga akan didirikan 109.500 unit rumah swadaya dan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP).

“Kita juga akan membangun 1.900 unit rumah khusus dalam rangka penanganan paska bencana/konflik, maritim, daerah tertinggal dan perbatasan negara,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima¬†Kompas.com, Selasa (6/9/2016).Selain membangun perumahan dan rusun, Basuki juga menetapkan pengembangan kawasan permukiman sebagai program prioritas di tahun 2017.

Di antaranya adalah penataan bangunan kawasan strategis di kawasan destinasi wisata seperti di Danau Toba, Mandalika, dan Borobudur, serta kawasan Masjid Raya Padang, Monumen Kapsul Waktu Merauke, Menara Salib Wamena dan Sail Sabang.

Terakhir, Basuki menyatakan pada 2017 masih akan melaksanakan tugas khusus untuk melakukan pembangunan Prasarana dan Sarana Gelora Bung Karno (GBK) dan Palembang untuk mendukung Asian Games XVIII.

Perkembangan sebuah kawasan hunian di masa depan adalah bonus untuk pengembang properti, selain lokasi strategis berbuah rejeki besar berupa penjualan dari produknya. Hal itu dituturkan AW Jimmy, CEO PT Tombak Intan Developer & Real Estate, yang tengah mengembangkan The Green Residence Serpong.

Jimmy mengatakan, ketika memulai pembangun perumahan tersebut, dirinya sama sekali tak berpikir bahwa perkembangan kawasan akan seperti saat ini. Namun, dalam perjalanan waktu, lokasi perumahan itu kemudian berubah menjadi sangat strategis.

“Karena selain dekat bandara yang akan menjadi bandara penerbangan domestik, kawasan hunian ini juga berada di lintasan jalan tol Serpong-Balaraja, bahkan jalan di depan perumahan sedang dalam proses pelebaran hingga mencapai 30 meter.

Berada di ruas jalan utama, yakni Jalan Legok Raya, Serpong, lokasi proyek The Green Residence Serpong diapit oleh lahan milik BSD City dan Summarecon Serpong. Jika dalam perjalanannya pengembangan kawasan BSD City akan mencapai ruas jalan Legok Raya, maka proyek hunian yang dibangun Jimmy tersebut akan berada di seberang BSDCity dan hanya dipisahkan oleh jalan raya itu.

“Dalam perkembangan terkini, ternyata kami berada hanya 15 menit dari Bandar Udara Budiarto Curug. Nantinya, proyek ini juga akan berada di ruas jalan tol Serpong-Balaraja yang sudah direncanakan untuk dibangun,” kata Jimmy.

Saat ini di The Green Residence Serpong baru saja dibangun hunian baru, yakni Cluster Sapphire. Kehadiran klaster terbaru ini menambah deretan klaster terdahulunya di perumahan tersebut.

Tipe pertama, yaitu Sapphire 1 lantai, luas bangunannya 42 m2 dengan luas tanah mulai 72 m2 hingga 182 m2. Sedangkan tipe kedua, Sapphire 2 lantai luas bangunannya 65 m2 dengan luas tanah mulai dari 72 m2 hingga 102 m2.

“Sedang kami pasarkan dan semuanya dalam proses pembangunan. Untuk tipe satu lantai kami tawarkan mulai Rp 600 jutaan, sedangkan yang dua lantai itu mulai Rp 900 jutaan,” kata Jimmy.

Samuel Cahyo Nugroho, Marketing Manager Tombak Intan, mengatakan sejumlah klaster di The Green Residence Serpong sudah dihuni. Dia mengaku optimistis, sekalipun kondisi makro properti nasional sedang mengalami perlambatan, unit yang dipasarkan akan terjual habis seperti klaster terdahulunya. Optimisme itu juga terbersit, ketika dia memaparkan gambaran pembangunan kurang lebih 300 unit lagi, rencana pengembangan area di depan perumahan.

“Harga masih tergolong rasional, karena kenaikan nilai properti jauh lebih tinggi dari perkembangan harga perumahan ini. Kenaikan harga rumah kita per tahunnya lebih tinggi dari tingkat inflasi tahunan,” ujar Samuel.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)