PT Bestprofit Futures

Harga minyak dunia pada Rabu (22/3/2017) kembali tergelincir, setelah data menunjukkan persediaan minya mentah Amerika Serikat (AS) meningkat lebih cepat dari yang diharapkan, dan menumpuk tekanan pada OPEC untuk memperpanjang pemotongan produksi. PT Bestprofit Futures

Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menyatakan persediaan AS naik hampir 5 juta barel menjadi 533,1 juta barel pekan lalu, jauh melampaui perkiraan peningkatan sebesar 2,8 juta barel.

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/3/2017) harga patokan West Texas Intermediate (WTI) berjangka untuk pengiriman Mei turun 20 sen ke level 48,04 dollar AS per barel, setelah menyentuh sesi terendahnya di 47,01 dollar AS per barel.

Sedangkan harga patokan Brent untuk pengiriman Mei turun 31 sen ke level 50,65 dollar AS per barel, setelah menyentuh sesi terendahnya di 49,71 dollar AS per barel.

Kedua benchmark mencapai titik terendah sejak 30 November 2016, ketika negara-negara OPEC sepakat untuk memangkas produksi, meski di wilayah teknis oversold. WTI telah oversold untuk hari ketiga berturut-turut, Brent untuk yang kedua.

“Peningkatan terus-menerus dalam produksi minyak AS ditambah dengan kenaikan impor dari Kanada memberikan kontribusi terhadap membengkaknya persediaan minyak mentah,” kata analis energi senior di Intefax Energi di London, Abhisek Kumar.

“Pasar masih gugup dengan meningkatnya produksi AS, yang juga mengurangi efektivitas penurunan produksi oleh OPEC dan beberapa negara non-OPEC,” tambah Kumar.

OPEC dan beberapa negara produsen minyak non-OPEC sepakat untuk mengurangi produksi 1,8 juta barel per hari (bph) pada semester pertama 2017, untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Namun, produsen non-OPEC belum sepenuhnya menjalankan komitmen ini.

Menurut data AS, produsen minyak serpih AS telah menambah rig dan meningkatkan produksi mingguan sekitar 9,1 juta bph dari rata-rata 8,9 juta bph pada 2016.

“Intervensi pasar OPEC belum menghasilkan penarikan persediaan terlihat signifikan, dan pasar keuangan telah kehilangan kesabaran,” kata pejabat bank AS, Jefferies, dalam sebuah catatan.

Namun bank juga mengatakan, jika pengurangan produksi OPEC diperpanjang maka persediaan akan turun ke bawah dan harga akan kembali di atas 60 dollar AS per barel pada kuartal IV tahun ini.

Tetapi, pemulihan harga ini bisa memacu aktivitas serpih lebih banyak. Produksi minyak mentah AS diperkirakan akan tumbuh 360.000 bph pada 2017, dan satu juta bph pada 2018.

( mfs – PT Bestprofit Futures )