Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari plasadana.com

Respons positif para pelaku pasar terhadap sentimen inflasi Juli 2014 dan hasil final pemilihan umum presiden diperkirakan bakal mendorong laju rupiah di pekan ini untuk melanjutkan penguatan.

 

Perkiraan tersebut seperti dikatakan Sekretaris Umum Ikatan Alumni Certified Securities Analyst (CSA), Reza Priyambada dalam analisanya yang disampaikan melalui surat elektronik, Minggu (3/8). “Sebelumnya rupiah mampu terapresiasi, meski diterpa sentimen negatif dengan melemahnya sejumlah mata uang Asia Pasifik akibat sentimen konflik di Ukraina dan Rusia,” ucapnya.

 

Pada pekan lalu, kata Reza, muncul spekulasi di pasar bahwa inflasi Juli 2014 yang tidak akan lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yang terjadi pada Ramadan dan Lebaran 2013. Hari ini (4/8), Badan Pusat Statistik akan mengumumkan inflasi Juli 2014. “Inflasi Juli ini tidak akan terlalu tinggi, seiring dengan tidak signifikannya harga rata-rata barang konsumsi,” kata Reza.

 

Dia menyebutkan, meski terdapat penolakan hasil pilpres oleh Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, namun rupiah mampu berakhir positif pada pekan lalu. “Pelaku pasar berekspektasi positif terhadap hasil Pilpres kali ini. Kedua belah pihak termasuk para relawan dan pendukungnya bisa menerima, sehingga tidak akan menimbulkan kekacauan,” tuturnya.

 

Di sisi lain, ungkap Reza, laju penguatan rupiah pada pekan ini juga akan terbantu oleh terapresiasinya poundsterling, setelah rilis positif data-data ekonomi di Inggris. Selain itu, lanjut dia, terapresiasinya rupiah juga didukung oleh penguatan dolar Australia.

 

Penulis: Kafka Darmawan