Para Pebisnis Dunia Kian Tak Percaya Diri

http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, New York – Kepercayaan diri para pebisnis di dunia anjlok hingga ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Perusahaan jasa finansial Global Markit mengungkapkan, hal itu ditunjukkan dari tingkat perekrutan perusahaan dan niat investasi yang mendekati level terendah, sama seperti di era krisis finansial global.

“Proyeksi perekonomian dunia tengah meredup dan menunjukkan gambaran paling kelam sejak krisis finansial global,” ungkap Kepala Ekonom Markit, Chris Williamson seperti dikutip dari CNBC, Senin (24/11/2014).

Selisih total perusahaan yang memprediksi kegiatan bisnisnya meningkat dengan perusahaan yang memperkirakan aktivitas bisnisnya menurun hanya 28 persen saja.

Markit Global Business Outlook Survey mencatat, angka tersebut berada di bawah rata-rata kepercayaan bisnis awal tahun ini sebesar 39 persen.

Optimisme di bidang manufaktur juga jatuh ke level terendah sejak pertengahan 2014. Tapi nilainya masih lebih baik daripada kepercayaan bisnis jasa yang melemah ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Markit menemukan, tingkat perekrutan karyawan baru di dunia merosot ke level terendah sejak Juni tahun lalu. Hal itu sempat terlihat memburuk di Amerika Serikat, Jepang, Inggris, zona Eropa, Rusia dan Brasil.

“Perusahaan-perusahaan Inggris merupakan yang paling bersemangat dengan rencana perekrutan karyawan barunya, sementara perusahaan Prancis merupakan yang paling lamban, ” seperti ditulis dalam laporan Markit.

Prancis menjadi satu-satunya negara di mana peningkatan pengangguran terjadi hingga tahun ini.

Selain itu, tingkat keinginan berinvestasi juga terus merosot hingga ke level terendah usai krisis finansial global. China dan India juga terkena tren tersebut. Survey tersebut juga menyoroti peningkatan kekhawatiran menghadapi proyeksi ekonomi global yang melemah tahun depan.

“Salah satu kecemasan terbesar adalah penurunan optimisme dan rencana ekspansi di Amerika Serikat yang jatuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir,” ujar Williamson.