http://economy.okezone.com

NEW YORK – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah di seluruh papan perdagangan, karena investor cemas bahwa penguatan dolar AS yang terlalu cepat baru-baru ini, bisa mendorong the Federal Reserve menjadi sedikit lebih berhati-hati untuk menaikkan suku bunga tahun ini.Greenback telah menguat sekitar 24 persen terhadap beberapa mata uang utama sejak Mei, dan itu bisa menjadi isu utama pada pertemuan kebijakan moneter Fed minggu ini.

“Perhatian adalah bahwa dolar telah menguat terlalu cepat, dan ini dapat mempengaruhi target inflasi The Fed,” kata analis senior di Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/3/2015).

Indeks dolar turun 0,7 persen di 99,597. Pasar nampaknya tidak mengharapkan adanya perubahan suku bunga The Fed, yang telah dipatok 0,00-0,25 persen dalam enam tahun terakhir. Sebaliknya, investor akan fokus langkah kebijakan the Fed di masa mendatang.

Dolar juga tertekan terhadap euro setelah gubernur bank sentral Italia, Ignazio Visco, menyatakan keprihatinan tentang melemahnya mata uang euro ke posisi terendah selama 12 tahun, setelah Bank Sentral Eropa meluncurkan pelonggaran kuantitatif.

Anggota Dewan Pemerintahan ECB, Visco, mengatakan bahwa euro telah melemah lebih cepat dari yang diharapkan, karena ECB mengisyaratkan program pembelian obligasi pertamanya tahun lalu. Euro naik 0,9 persen terhadap dolar ke USD1,0585 di perdagangan sore. Selain itu, dolar AS juga sedikit berubah terhadap yen pada 121,39.