Kemendag Gandeng Pengusaha Ritel Untuk Stabilkan Harga di Bulan Ramadhan

Jakarta-Kluget.comGuna mengantisipasi peningkatan konsumsi pada saat bulan Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan beberapa upaya untuk menstabilkan harga barang. Salah satunya yakni bekerja sama dengan pengusaha ritel produk olahan.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, saat ini Kemendag tengah berkoordinasi dengan pengusaha ritel untuk mengetahui kesiapan para pengusaha dalam menghadapi bulan Ramadhan.

“Pengalaman dalam tiga hingga empat tahun terakhir, pusat distribusi regional yang dikembangkan oleh pelaku usaha jadi menentukan,” ujar Bayu dikantornya seperti yang dilansir Kontan, Kamis (22/5/2014).

Untuk saat ini cukup banyak supplier yang menjamin bahwa dari pusat distribusi ke distribusi regional hanya membutuhkan waktu enam jam. Jadi pengusaha sudah memperkirakan sesuai dengan kondisi transportasi setempat untuk membangun distribusi regional.

Saat mendekati Ramadhan nanti, tambah Bayu, pihaknya akan berkoordinasi lebih erat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengetahui kemungkinan gangguan distribusi agar harga tetap stabil. “Sejauh ini masih untuk produk olahan, belum produk segar. Distribusi inilah yang akan menentukan” ujar Bayu.

Untuk menjaga kestabilan harga, perusahaan ritel harus mau mendukung pemerintah. Jika ada yang tak mau bekerjasama bisa diberikan disinsentif. “Sesuai regulasi saja, nanti kita lihat gimana,” jelas Bayu.

Melihat dari tahun sebelumnya, ritel cukup terjaga dalam menjaga harga. Strateginya mereka menambah volume dan harga tetap. Sehingga mereka malah bisa memberikan diskon untuk produk industrial atau olahan.

Investasi Diprediksi Menguat pada 2015

http://finansial.bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA–Aliran dana investasi ke Indonesia diprediksi akan tumbuh pada 2015 setelah sempat melemah pada kuartal 1 2014.

Para ekonom memprediksi penguatan aliran dana investasi tersebut disebabkan situasi politik yang akan stabil pada 2015.

Charles Davis Director Centre for Economics and Bussiness Research memperkirakan menguatnya investasi berimbas pada perekonomian Indonesia yang akan tumbuh mendekati 6% pada 2016.

Di sisi lain, meski ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan, namun gejala yang berbeda terjadi di China. “Ekonomi China diprediksi menurun dari 8% pada 2013 menjadi 6% pada 2019,” kata Davis di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Penurunan ekonomi China, Davis menambahkan, bisa berdampak pada negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Untuk itu Indonesia perlu memiliki tenaga kerja yang terampil agar tidak tergantung pada komoditas ekspor dari negara lain, terutama China.

Emas Masih Tunggu Rapat Fed

INILAHCOM, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (21/5/2014) hari ini, pasar emas akan seiring dengan volatilits pasar yang besar menyusul data puncak pekan ini.

Menurut analis komoditas Ghinie, pada sesi perdagangan Amerika malam ini , pertama pasar akan terfokus pada jadwal press conference Kepala Federal Reserve AS Janet Yellen pada pukul 22.30 GMT+7.

Berikutnya puncak fokus pasar akan masuk pada pertemuan FOMC pada pukul 01.00 GMT+7, dalam pertemuan tersebut Fed diperkirakan akan kembali memangkas skala pembelian obligasi AS sebesar $10 miliar. Dengan tingkat suku bunga bank tetap pada level rendah 0.25%.

Dari World Gold Council (WGC), lembaga mengungkapkan bahwa permintaan emas cenderung stabil selama kuartal pertama tahun ini, yakni pada 1,075.5 metrik ton turun tipis dari 1,077.2 metrik ton pada kuartal ke-empat tahun lalu.

Bagaimana prospek emas hari ini, berikut ulasannya:

Tunggu Rilis Fed

Harga emas diperdagangkan pada kisaran sempait selama sesi perdagangan Selasa (20/5/2014) dan mengakhiri sesi perdagangan semalam dengan keuntungan tipis dipasar emas spot. “Pasar emas cenderung bergerak sempit menjelang pertemuan FOMC Minutes AS pada dini hari nanti,” kata pengelola kedaitrader ini.

Emas berjangka kontrak Juni menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (20/5/2014) dengan keuntungan hanya sebesar 80 sen atau 0.01% berakhir pada $1,294.60 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Di pasar spot harga emas ditutup hanya US$1,70 atau 0,13% berakhir pada US$1.294,40, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi US$1.294,80 dan serendah US$1.293,05.

Teknikal Analisis

Secara teknis, emas diperkirakan akan bertahan diperdagangkan pada kisaran $1,305.30 – $1,284.70. Pasar yang cederung diperdagangkan pada volatilitas yang besar memasuki sesi perdagangan AS menyimak pertemuan FOMC Minutes dan Press Conference Janet Yellen malam ini.

Pengerucutan terjadi pada harga emas dengan titik resistance yang makin rendah dan titik support yang semakin tinggi. Secara teknis, jika harga menguji level supportnya pada US$1.284,70. maka harga berpotensi bergerak pada kisaran US$1.276,00, US$1.267,00, US$1.257,00. “Dengan resistance yang perlu diperhatikan adalah level US$1.305,30,” katanya.

Emas Naik Setelah India Kurangi Pembatasan Impor

http://suara.com/bisnis/

Permintaan emas diperkirakan bertambah sekitar lima ton per minggu.

Suara.com – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis (22/5/2014) atau Jumat (23/5/2014) pagi waktu Indonesia bagian barat, setelah India mengurangi pembatasan impor untuk emas.

Kontrak emas yang paling aktif untuk penyerahan Juni naik 6,9 dolar AS atau 0,54 persen, menjadi menetap di 1.295 dolar AS per ounce.

Bank sentral India pada Kamis mengatakan mereka akan memungkinkan perusahaan-perusahaan perdagangan swasta untuk mengimpor emas.

Para investor memperkirakan bahwa pelonggaran pembatasan impor oleh India dapat menyebabkan permintaan emas bertambah sekitar lima ton per minggu.

Kenaikan dalam industri manufaktur Cina juga telah mendukung emas karena indeks pembelian manajer manufaktur HSBC datang di 49,7 pada Mei, naik tajam dari bulan sebelumnya 48,1.

Para analis pasar percaya data ini dapat diartikan meningkatnya permintaan emas di Cina.

Selanjutnya meningkatkan permintaan emas, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim pengangguran dalam pekan yang berakhir 17 Mei meningkat sebesar 28.000 menjadi 326.000.

Namun, dorongan dari laporan ini terhadap emas entah bagaimana dikurangi dengan laporan positif pada manufaktur AS.

Perusahaan data keuangan Markit mengatakan indekspembelian manajer manufaktur AS naik menjadi 56,2 pada Mei dibandingkan dengan 55,4 pada April.

Meningkatnya gejolak di Ukraina dan kudeta yang terjadi di Thailand juga mendorong “safe haven” emas naik.

Perak untuk pengiriman Juli bertambah 18,2 sen atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 19,52 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Juli naik 18,2 dolar AS atau 1,23 persen, menjadi berakhir pada 1.493,1 dolar AS per ounce. (Antara/Xinhua)

 

5 Masalah Ekonomi Yang Diwarisi SBY Ke Capres Indonesia

http://infoekonom.com

Pemerintahan SBY tak lepas dari masalah ekonomi. Bahkan, SBY justru meninggalkan 5 masalah ekonomi kepada kedua capres Indonesia, yakni Jokowi dan Prabowo. 5 masalah ini merupakan tantangan yang harus dipahami oleh Jokowi dan Prabowo. Setelah dipahami, lalu dapatkah mereka menyelesaikannya?

Sebagai capres tentunya mereka berdua harus memiliki rencana penyelesaiannya. Jika tidak, mereka hanya akan membuat masalah ekonomi baru di Indonesia. Simak 5 masalah ekonomi yang diwarisi SBY ke capres Indonesia.

1. Utang Luar Negeri Yang Membengkak

Utang luar negeri Indonesia per Maret 2014 sebanyak US$ 276,5 miliar. Angka utang tersebut lebih tinggi 8,7 persen dibandingkan dengan ULN pada Maret 2013.

2. Kemiskinan

Sebanyak 40 persen penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan . Hal ini memuat Indonesia setara dengan negara miskin lainnya, seperti India dan Nigeria.

40 Persen Penduduk Indonesia Hidup Dalam Kondisi Miskin-infoekonom
3. Pengangguran

Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa Angkatan Kerja Indonesia per Februari 2014 mencapai 125,32 juta jiwa. Namun, sebanyak 7,15 juta orang diantaranya masih menganggur. Jumlah pengangguran di Indonesia harus dikurangi!

4. Kesejahteraan Rakyat Tak Seimbang

Gini rasio Badan Pusat Statistik naik ke angka 0,41 persen, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya mencapai 0,33 persen. Hal ini membuat ketidakseimbangan antara rakyat. Yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.

5. Kenaikan Harga BBM

Ya, hal ini menjadi masalah krusial bagi setiap presiden Indonesia. Subsidi dan kenaikan harga BBM masih menjadi hal yang harus diperhitungkan. Apakah dampaknya negatif atau positif? Biarkan capres Indonesia yang menanganinya.

5 masalah ekonomi yang diwarisi oleh SBY kepada capres Indonesia diatas menjadi PR yang patut dicari penyelesaiannya. Semoga kedua capres Jokowi dan Prabowo sudah memiliki cara untuk menanganinya. Silakan komentar.

Sumber: merdeka