Pahami Analisa Sebelum Trading

candle_stick

Sebelum bertransaksi di bursa pastinya investor harus mempelajari terlebih dahulu hal- hal yang penting untuk diperhatikan guna mendapatkan profit yang maksimal dan meminimalisir resiko. Hal penting tersebut salah satunya adalah analisa.

Analisa digunakan untuk entry market. Tujuannya adalah agar seorang trader itu selalu siap sedia ketika melakukan trading. Dalam artian bahwa dengan melakukan analisa maka tidak akan gampang menerima kejutan yang sering terjadi di pasar. Atau sudah memiliki perhitungan-perhitungan matang dalam berbagai situasi dan kondisi yang akan terjadi di pasar.

Analisa tersebut adalah :

1. ANALISA FUNDAMENTAL

Analisis fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara di dunia. Analisa fundamental mencakup data historis dan data saat itu juga untuk membuat prediksi finansial.

Kalendar ekonomi biasanya merupakan salah satu hal yang menjadi pusat perhatian para pelaku pasar yang transaksi menggunakan analisa fundamental. Laporan mengenai pemotongan/kenaikan suku bunga Amerika menjadi berita besar bagi para pelaku pasar. Begitu pula dengan kenaikan atau penurunan harga minyak dunia terus diamati dan diperhatikan. Belum lagi mengenai laporan tingkat pengangguran (jobless data) di Amerika tak luput pula diperhatikan oleh para pemain.

Berdasarkan analisa fundamental para pelaku pasar memprediksi pergerakan market akan naik atau turun, sehingga mereka memiliki acuan untuk bertransaksi. Kelemahan dari analisa fundamental adalah tidak bisa digunakan sebagai titik masuk posisi dan pada saat laporan keluar. Pada waktu itu market-nya sudah mulai stagnan, karena para spekulan lebih senang bertransaksi sebelum laporan keluar. Ini biasanya terjadi ketika berita yang ada baru berupa rumor mengenai hasil dari laporan yang ditunggu.

2. ANALISA TEKNIKAL

Analisa teknikal merupakan metode dasar untuk membaca pergerakan harga atau arah market dengan menggunakan data data historis. Data itu berupa harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, harga terendah dan volume transaksi. Dengan menggunakan analisa teknikal, pelaku pasar bisa menentukan pergerakan harga jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Analisa teknikal dikategorikan menjadi dua. Yaitu analisa klasik dan analisa modern. Analisa klasik dengan cara membaca bentuk-bentuk candlestick. Ada yg disebut hammer, inverted hammer, doji dan lain-lain. Sedangkan analisa modern dengan pendekatan statistik modern. Seperti moving average, stochastic atau MACD.

Kedua Metode ini memiliki kesamaan fungsi yaitu untuk membaca arah market dan sinyal pembalikan arah. Sehingga investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Risiko Vs. Nekat

risk

Banyak orang yang, ketika memulai bisnis, berkata “yang penting nekat saja, jangan terlalu memikirkan untung ruginya!” Tahukah Anda bahwa kenekatan seperti itu justru membuat banyak wiraswastawan baru salah kaprah dan akhirnya berakhir bangkrut atau ‘tenggelam’ hanya dalam beberapa tahun saja.

Anda mungkin memahami konsep nekat ini dari kisah-kisah orang sukses, misalnya Bill Gates yang keluar dari sekolah demi mengembangkan Microsoft, Ray Kroc yang membangun ‘kerajaan’ McDonalds dari restoran burger yang hampir bangkrut, bahkan J. K. Rowling yang rela berhenti dari pekerjaan sebagai guru demi menyelesaikan seri Harry Potter yang sukses. Akan tetapi, harus diingat bahwa apa yang mereka lakukan bukan ‘nekat’ melainkan ‘mengambil resiko.’

Perbedaan Nekat dan Mengambil Resiko

Secara umum, ‘nekat’ dan ‘mengambil resiko’ sama-sama mendorong orang untuk melakukan suatu hal yang kemungkinan suksesnya tipis dan bahkan menyodorkan konsekuensi negatif jika mereka gagal, dimana dalam hal bisnis bisa berarti kebangkrutan atau pailit. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar dalam nekat serta mengambil resiko. Berikut beberapa penjelasannya, dengan mengambil contoh dari tokoh-tokoh yang sudah disebutkan:

Ada unsur pertimbangan dan belajar dalam pengambilan resiko. Orang yang nekat akan terjun ke dalam suatu rencana bisnis tanpa melakukan pertimbangan serta mempelajari aspek yang ada di dalam bisnis tersebut. Sementara, para pengambil resiko siap untuk belajar dan bahkan sudah membekali diri mereka dengan wawasan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan.

Ambil contoh J. K. Rowling; ia adalah seorang guru yang menyelami dunia anak-anak serta menggemari sastra, sehingga tidak ragu memulai karir sebagai penulis. Ray Kroc telah melihat potensi restoran burger sebagai restoran keluarga, sesuatu yang belum banyak digarap kedai burger sebelum McDonalds. Bill Gates sudah menekuni dunia komputer sejak kecil, sehingga mereka tidak bisa dibilang nekat dengan keputusan-keputusan yang diambil.

Ada manajemen resiko dalam tindakan pengambilan resiko. Manajemen resiko yang matang merupakan perbedaan utama antara orang yang berani mengambil resiko dengan orang yang nekat. J. K. Rowling berani berhenti menjadi guru untuk menulis karena ia tahu ia bisa menggunakan tunjangan bagi pengangguran dari pemerintah untuk biaya hidup selama bukunya belum terjual. Bill Gates memanfaatkan aset keluarga sehingga ia tahu ia bisa kembali kuliah jika bisnisnya tidak sukses.

Orang yang nekat memulai suatu hal tanpa manajemen resiko serta ‘jaring pengaman’ jika mereka gagal. Hal inilah yang sering disalahpahami banyak pengusaha baru sehingga mereka bangkrut dalam waktu singkat. Pastikan selalu ada rencana cadangan jika rencana utama tidak sukses.

Ada gambaran rencana masa depan yang berkesinambungan dalam pengambilan resiko. Orang yang berani mengambil resiko membuat rencana usaha masa depan yang berkesinambungan, bukan sekedar mencoba suatu hal tanpa rencana terarah. J. K. Rowling sudah merencanakan daftar penerbit potensial bagi bukunya dan bahkan rencana cerita untuk sekuel sejak sebelum mengirimkan naskah bukunya. Ray Kroc sudah merencanakan bisnis berbentuk waralaba sejak sebelum mendirikan gerai McDonalds pertamanya. Hal ini mencegah mereka dari kelimpungan ketika resiko yang diambil mulai membuahkan hasil.

Sumber : bisnisindeks.com