Selesaikan Masalah adalah Kunci Kesuksesan

motivasi bisnis

BEST PROFIT FUTURES – Ketika Anda menjalankan bisnis, mengelola sebuah perusahaan atau organisasi atau bahkan sekedar mengurus keluarga di rumah, pernahkah Anda menghadapi masalah yang begitu besar sehingga Anda berpikir bahwa hambatan tersebut tak akan pernah bisa diatasi dan anda bahkan tidak memiliki motivasi bisnis untuk sukses sama sekali? Jika ya, mungkin itu hanya karena Anda melihat masalah tersebut sebagai satu gunungan hambatan, bukan rangkaian dari sederet masalah kecil yang bisa diselesaikan satu demi satu.

Lanjutkan membaca “Selesaikan Masalah adalah Kunci Kesuksesan”

Bursa Hong Kong Bergerak Turun Tipis Terganggu Kekhawatiran tentang Irak

http://vibiznews.com.

Bursa saham Hong Kong terpantau alami pergerakan yang melemah terbatas di sesi perdagangan Senin pagi (16/6). Bursa saham Asia tergerus melemah di tengah meningkatnya kekerasan di Irak. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan terhadap pasokan minyak mentah global sehingga pemulihan ekonomi bisa terganggu.

Melemahnya bursa Hong Kong terjadi karena sebagian bursa Asia hari ini melemah. Pengecualian pagi ini terjadi di bursa Tiongkok yang masih bukukukan kenaikan meskipun tipis di tengah keyakinan bahwa target pertumbuhan ekonomi akan mampu dicapai tahun ini.

Hari ini saham-saham unggulan di bursa Hong Kong tampak mengalami pergerakan yang bervariasi. Cheung Kong mengalami penurunan sebesar 0.90 hkd menjadi 135.30 hkd. CLP Holdings mengalami pelemahan sebesar 0.35 hkd ke level 63.25 hkd. HSBC mengalami penurunan sebesar 0.35 hkd menjadi 81.00 hkd. Henderson Land menguat sebesar 0.2 hkd ke level 46.60 hkd. Power Assets menguat sebesar 0.15 hkd menjadi 66.65 hkd.

Hari ini indeks spot hang seng terpantau alami penurunan sebesar 24.10 poin atau 0.10 persen. Indeks spot ini berada di level 23295.07 poin.

Indeks berjangka hang seng tampak dibuka pada posisi 23198 poin, alami penurunan tipis sebesar 20 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka terpantau mengalami pergerakan yang cenderung menguat dan sudah berada di level 23248 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di Hong Kong pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang menguat terbatas. Indeks hang seng berjangka berpotensi bergerak di kisaran 23150 – 23350 poin.

Harga Emas Pekan Ini Bakal Naik Lagi?

Liputan6.com, Jakarta Di awal pekan ini,  konflik Irak bisa menjadi alasan kenaikan harga emas. Dengan level resisten terdekat di kisaran US$ 1.285 per ounce.

Kemudian menjelang akhir pekan, hasil rapat moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) bisa menjadi penggerak pasar.

“The Fed kemungkinan masih akan menerapkan pemangkasan program pembelian obligasi dan bila pasar melihat Fed memberi penekanan pada kemungkinan kenaikan suku bunga, harga emas bisa tertekan turun kembali, dan sebaliknya,”  kata Head of Reseach and Analysis Divison PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra saat dihubungi Liputan6.com, Senin (16/6/2014).

Sebelumnya pada hari Selasa pekan lalu, AS akan merilis data indeks harga konsumen (CPI) bulan Mei yang bisa memberikan indikasi inflasi AS. Data CPI AS secara tahunan masih konsisten jauh di bawah target 2%.

Tapi bila ada peningkatan dari prediksi dan data bulan sebelumnya, berpeluang bisa menekan turun harga emas. “Kisaran pekan ini berada di kisaran US$ 1.265- US$ 1.285 per ounce.

Analis dari Central Future Wahyu Tri Laksono menilai harga emas berpotensi menguat ke resistance di level US$ 1.280, US$ 1.286, US$ 1.290 dan US$ 1.300. Namun, emas masih rentan tekanan selama berada di bawah  level US$ 1.305 untuk kembali jatuh mendekati  support di level US$ 1.270, US$ 1.258, US$ 1.245, dan US$ 1.240.

“Tembusan di bawah level US$ 1.240 akan membuka jalan pelemahan ke support jangka menengahnya yang berada di  level US$ 1.230, US$ 1.215, US$ 1.200, dan  terkuat di US$ 1.180,” terangnya.

Untuk sementara ini, lanjut dia, belum ada indikasi kuat bahwa emas bisa bertahan di atas level US$ 1.305 per ounce. Namun, jika emas bisa bertahan di atas level US$ 1.305, maka terbuka sedikit potensi untuk mendekati resistance jangka menengahnya yang berada di level US$ 1.345, US$ 1.365, US$ 1.380, dan  terkuat di US$ 1.400.

“Agenda fundamental paling penting pekan ini adalah pertemuan moneter bank sentral AS (FOMC meeting) Kamis dini hari nanti yang bisa menekan emas jika FOMC mengindikasikan penegasan potensi kenaikan suku bunga AS nantinya,” ungkap Wahyu.

Selain FOMC, faktor fundamental yang signifikan dari AS bagi pergerakan emas pekan ini adalah rilis data TIC long term  purchase, dan industrial production (Senin), data  building permit, CPI, dan housing start  (Selasa),  data current account (Rabu), serta data jobless claims dan Philly Fed Manufacturing Index (Kamis). (Ndw)

Saham Tokyo dibuka 0,32 persen lebih rendah

Tokyo (ANTARA News) – Bursa saham Tokyo dibuka 0,32 persen lebih rendah pada Senin, dengan yen masih tetap menguat karena kekhawatiran atas kekerasan yang masih berlangsung di Irak.

Indeks Nikkei 225 turun 48,23 poin menjadi 15.049,61 di perdagangan. Mata uang Jepang menguat di perdagangan Asia Senin pagi, dengan dolar dipatok pada 101,93 yen dibandingkan dengan 102,04 yen di perdagangan AS Jumat sore.

Euro dibeli 1,3533 dolar dan 138,00 yen sedikit turun dari 1,3538 dolar dan 138,16 yen.

Pasar ekuitas AS berakhir minggu sebelumnya dengan mencatat kerugian dan kekerasan di Irak mengangkat harga minyak ke tertinggi sembilan bulan dan memicu lebih lanjut kekhawatiran tentang stabilitas di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,25 persen pada Jumat saja tetapi turun 0,88 persen selama sepekan ditutup pada 16.775,74. Demikian diberitakan AFP.

Investor di mana terpengaruh setelah Tokyo mengatakan Jumat malam bahwa pemangkasan tarif pajak penghasilan perusahaan Jepang, salah satu tertinggi di dunia, di bawah 30 persen dalam beberapa tahun, sebagai bagian dari paket kebijakan untuk mendorong pertumbuhan.

Pasar Saham Asia Melemah, Ikut Terseret Kisruh Irak

http://bisnis.news.viva.co.id

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,4 persen.

VIVAnews – Pasar saham Asia mengawali transaksi pekan ini dengan gerakan menurun. Kondisi ini dipengaruhi eskalasi kekisruhan di Irak, sehingga membebani sentimen investor.

Seperti diberitakan CNBC, Senin 16 Juni 2014, aksi pemberontak yang terjadi di Irak telah merebut kawasan barat laut kota Tal Afar memperkuat kedudukan mereka di wilayah utara negara penghasil minyak itu. Mereka mengaku serangan itu terjadi setelah 1.700 tentara diterjunkan pemerintah selama akhir pekan.

Amerika Serikat telah mengirimkan sebuah kapal induk ke Teluk Persia atas ancang-ancang Presiden Barrack Obama untuk melakukan serangan udara terhadap pemberontak. Iran yang merupakan negara tetangga Irak dilaporkan mempertimbangkan prospek bekerja sama dengan AS untuk membantu memulihkan situasi keamana di kawasan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melemah 0,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.035,25 atau turun setelah membukukan kenaikan mingguan 0,1 persen pada Jumat pekan lalu.

Penguatan nilai tukar yen dipicu aksi beli yang marak karena mata uang itu ditransaksikan pada level di bawah 102 per dolar AS.

Saham Mitsubishi Heavy Industries naik 0,6 persen ditengah isu pemberitaan bahwa perusahaan itu bekerja sama dengan Siemens untuk membagi bisnis gas dan turbin uap Alstom. Mitsubishi dan pemerintah Perancis juga dikabarkan mempertimbangkan untuk membeli saham Alstom masing-masing sebanyak 10 persen dari Bouygues Perancis.

Saham Honda Motor turun 0,5 persen setelah mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk menarik lebih dari 1 juta kendaraan dengan kantong udara berpotensi rusak. Adapun saham Takata, produsen kantong udara, melonjak 1 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney cenderung bergerak datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.381,30.

Saham penambang berada di bawah tekanan karena harga bijih besi terus menurun, merosot hingga sekitar US$90 per ton. Saham Fortescue Metals jatuh lebih dari 2 persen, sedangkan saham Atlas Iron kehilangan 6 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul stabil. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.988,50 atau memperpanjang kerugian setelah mengalami sesi terburuknya selama tujuh pekan terakhir pada sesi Jumat lalu.

Saham perusahaan telekomunikasi menjadi sorotan di pasar karena isu pembertaan bahwa Seoul dan Uni Eropa diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan pada jaringan 5G. Saham SK Telecom dan KT Corp menguat masing-masing 0,2 persen. (umi)