EMAS COMEX: Harga Menguat Akibat Pasar Saham AS Menurun

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis pagi WIB akibat pasar saham Amerika Serikat menurun.

Kontrak emas yang paling aktif untuk penyerahan Juni naik US$11,1 atau 0,86% menjadi menetap di level US$1.305,9 per ounce.

Para analis percaya bahwa kenaikan emas dapat dikaitkan terutama terhadap pelemahan di pasar ekuitas AS. Mereka mengamati kenaikan tajam dalam emas karena kemunduran di pasar saham.

Investor jangka panjang diperkirakan menunggu sampai perang saudara di Ukraina pecah, atau Rusia menyerang, yang akan mempengaruhi harga gas Eropa, menurut analis.

Sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa harga-harga kulakan AS mengalami peningkatan terbesar mereka pada April sejak penurunan 2012.

Indeks harga produsen (PPI) negara itu naik disesuaikan secara musiman 0,6% pada bulan lalu setelah merevisi naik 0,5% pada bulan sebelumnya. Analis percaya bahwa tekanan harga bisa bertambah setelah periode inflasi yang rendah.

Analis juga percaya bahwa permintaan China yang pasang surut dan kuat, mendukung harga emas.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Juli naik 22,8 sen atau 1,17%, menjadi ditutup pada US$19,775 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli, naik 29,7 dolar atau 2,04%, menjadi berakhir pada US$1.485,7 per ounce.

 

Source : Antara

Editor : Nurbaiti

Bursa Australia Dibuka Melemah, Rilis Anggaran Federal Kecewakan PAsar

Bursa saham Australia  dibuka melemah menyusul penurunan yang terjadi di Wall Street dini hari tadi selain anggaran pemerintah federal Australia yang banyaknya pemotongan.  Pelemahan indeks ASX 200 hari ini juga dipicu oleh pelemahan saham semua sektor.

Saham raksasa agribisnis yang terdaftar di negara itu, Graincorp turun  0,7 persen setelah membukukan penurunan laba bersih 43 persen pada semester pertama. Demikian juga dengan operator pusat perbelanjaan Westfield  turun 0,4 persen setelah melaporkan penjualan ritel naik 2,8 persen pada kuartal pertama.

Dari sektor telekomunikasi, Telco Optus telah mengumumkan kenaikan laba bersih 15 persen meskipun penurunan pendapatan lima persen  ke $ 8470000000. Sahamnya turun  sementara saham saingannya Telstra juga mengalami penurunan.

Indeks benchmark di bursa saham Australia hari ini terpantau mengalami pelemahan. Indeks S&P ASX 200 membukukan penurunan sebesar 10,20 poin atau 0.2 persen ke posisi 5486.30 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham Sydney pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan penurunannya. Untuk perdagangan hari ini indeks ASX 200 akan mengalami pergerakan pada kisaran 5460 – 5500 poin.

Cyber Crime Perbankan: Indonesia Nomor Dua di Dunia

Jakarta, GATRAnews – Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh State of the Internet, serangan kejahatan perbankan berbasis teknologi informasi (cyber crime) terhadap dunia perbankan di Indonesia mencapai 36,6 juta serangan selama tiga tahun terakhir. Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara terbanyak yang mengalami cyber crime di dunia perbankan.

 

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan statistik tersebut menunjukkan dunia perbankan Indonesia memiliki risiko tinggi untuk mengalami serangan cyber crime. “Penggunaan teknologi informasi di industri perbankan dipastikan akan diikuti dengan potensi risiko operasional yang bisa melahirkan berbagai risiko-risiko turunan,” kata Muliaman, Selasa (13/5).

 

Rentannya dunia perbankan terhadap serangan cyber crime membuat terganggunya industri perbankan menghadapi persaingan dengan negara lain. Muliaman menjelaskan keamanan perbankan yang lemah berdampak terhadapnya kehilangan kepercayaan nasabah terhadap bank tersebut.

 

“Apabila tidak diantisipasi dengan cepat, maka kondisi ini sangat tidak menguntungkan pada saat industri perbankan kita sedang menyiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN,” kata Muliaman.

 

OJK selaku pengawas jasa keuangan mengantisipasi kejahatan tersebut bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia. OJK menggunakan aparat kepolisian untuk mengawasi tindak kejahatan di bidang teknologi informasi.

 

“Industri perbankan dituntut untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan edukasi kepada nasabah dengan lebih transparan dan dini,” kata Muliaman. (*/jnr)

Yen terpantau menguat di pasar Asia hari ini

Financeroll – Yen terpantau menguat di pasar Asia hari ini, setelah data menunjukkan keuntungan yang besar untuk harga barang-barang perusahaan.

USDJPY diperdagangkan pada 102,21 turun 0,06 % setelah Jepang CGPI domestik untuk April naik 2,8 % , sesuai harapan .

NZDUSD diperdagangkan pada 0,8626 turun 0,01 % pada awal perdagangan setelah komentar oleh gubernur bank sentral dan lebih lemah dari penjualan ritel yang diharapkan.

AUDUSD diperdagangkan pada 0,9367 naik 0,10 %, setelah rilis dari anggaran federal pada Selasa yang menunjukkan upaya untuk menghapus defisit anggaran dalam tahun-tahun mendatang melalui pemotongan belanja dan pajak.

Index dolar yang melacak kinerja greenback terhadap mata uang utama lainnya turun 0,03 % di level 80,17. [ry]

Dolar Naik Terhadap Euro Didukung Data Jerman

WE Online, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB, 14/5/2014), dan naik terhadap euro setelah data menunjukkan kepercayaan investor di Jerman turun tajam.

Pusat Riset Ekonomi Eropa ZEW melaporkan indeks investor dan ekspektasi analis Jerman dalam enam bulan ke depan merosot menjadi 33,1 pada Mei dari 43,2 pada April.

Angka itu jauh di bawah perkiraan pasar dan mengangkat kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dapat mengimplementasikan langkah-langkah pelonggaran moneter lebih besar untuk meningkatkan perekonomian kawasan.

Data ekonomi AS yang dirilis pada Selasa tampak bervariasi. Sentimen usaha kecil AS melonjak ke tertinggi dalam enam setengah tahun terakhir pada April, dengan Indeks Optimisme Usaha Kecil naik 1,8 poin ke tingkat tertinggi pasca resesi 95,2, kata Federasi Nasional Bisnis Independen.

Namun, penjualan ritel AS naik 0,1 persen pada April setelah direvisi naik 1,5 persen pada Maret, Departemen Perdagangan melaporkan. Angka itu gagal memenuhi ekspektasi pasar.

Dalam laporan terpisah, departemen mengungkapkan bahwa persediaan produsen dan perdagangan AS naik 0,4 persen pada Maret dari bulan sebelumnya, juga sedikit di bawah perkiraan pasar.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,3699 dolar dari 1,3755 dolar pada sesi sebelumnya dan pound Inggris turun menjadi 1,6822 dolar dari 1,6866 dolar. Dolar Australia merosot menjadi 0,9357 dolar dari 0,9363 dolar.

Dolar dibeli 102,29 yen Jepang, lebih tinggi dari 102,17 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,8904 franc Swiss dari 0,8881 franc Swiss dan bergerak turun menjadi 1,0913 dolar Kanada dari 1,0981 dolar Kanada. (Ant)