Saham Apple dan Amazon Bantu Wall Street Menguat

http://economy.okezone.com

NEW YORK – Indeks S&P 500 kembali ditutup mencetak rekor tertinggi, seiring dengan kenaikan pada saham property setelah penjualan rumah meningkat dari perkiraan.

Indeks S&P 500 berakhir diatas 1.900. Delapan saham yang berada di sektor tersebut berakhir menguat lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/5/2014), Saham perumahan peringkat di antara outperformers terbesar pasar, dengan indeks perumahan HGX naik 1,9 persen .

Selain itu, indeks Dow Jones Transportation Average DJT juga mengalami kenaikan 0,8 persen 7.995.39. Nama-nama besar seperti Apple tech Inc (AAPL) dan Amazon (AMZN) mengangkat Nasdaq dan membantunya mengungguli pasar yang lebih luas.

Saham Apple akhirnya naik 1,1 persen pada USD614,13. Saham Amazon naik 2,4 persen menjadi USD312,24 .
Indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 63,19 poin atau 0,38 persen , ke 16.606.27. The S&P 500 SPX naik 8,04 poin atau 0,42 persen menjadi 1.900.53. The Nasdaq Composite IXIC menambahkan 31,47 poin atau 0,76 persen ke 4.185.81. (rzk)

Bisnis Waralaba Diatur dalam Permendagri Tahun 2012 dan 2013

bisnis waralaba

BEST PROFIT FUTURES – Persentasi pertumbuhan bisnis waralaba asing di Indonesia pada tahun 2011-2012 meningkat sebesar 6,25%. Meningkatnya usaha di sektor waralaba ini, khususnya waralaba asing, mendapat perhatian lebih lanjut dari Menteri Perdagangan yang dituangkan dalam peraturan perundangan. Disusunnya peraturan ini bertujuan mengembalikan filosofi waralaba agar memberi kesempatan bermitra bagi pihak lain dan mengembangkan sistem waralaba nasional sehingga melahirkan inovator baru dalam mempromosikan produk Indonesia. Dalam penyelenggaraan dan pengembangan kemitraan, bisnis waralaba diatur dalam Permendagri tahun 2012 dan 2013.

Lanjutkan membaca “Bisnis Waralaba Diatur dalam Permendagri Tahun 2012 dan 2013”

Kemendag Gandeng Pengusaha Ritel Untuk Stabilkan Harga di Bulan Ramadhan

Jakarta-Kluget.comGuna mengantisipasi peningkatan konsumsi pada saat bulan Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan beberapa upaya untuk menstabilkan harga barang. Salah satunya yakni bekerja sama dengan pengusaha ritel produk olahan.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, saat ini Kemendag tengah berkoordinasi dengan pengusaha ritel untuk mengetahui kesiapan para pengusaha dalam menghadapi bulan Ramadhan.

“Pengalaman dalam tiga hingga empat tahun terakhir, pusat distribusi regional yang dikembangkan oleh pelaku usaha jadi menentukan,” ujar Bayu dikantornya seperti yang dilansir Kontan, Kamis (22/5/2014).

Untuk saat ini cukup banyak supplier yang menjamin bahwa dari pusat distribusi ke distribusi regional hanya membutuhkan waktu enam jam. Jadi pengusaha sudah memperkirakan sesuai dengan kondisi transportasi setempat untuk membangun distribusi regional.

Saat mendekati Ramadhan nanti, tambah Bayu, pihaknya akan berkoordinasi lebih erat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengetahui kemungkinan gangguan distribusi agar harga tetap stabil. “Sejauh ini masih untuk produk olahan, belum produk segar. Distribusi inilah yang akan menentukan” ujar Bayu.

Untuk menjaga kestabilan harga, perusahaan ritel harus mau mendukung pemerintah. Jika ada yang tak mau bekerjasama bisa diberikan disinsentif. “Sesuai regulasi saja, nanti kita lihat gimana,” jelas Bayu.

Melihat dari tahun sebelumnya, ritel cukup terjaga dalam menjaga harga. Strateginya mereka menambah volume dan harga tetap. Sehingga mereka malah bisa memberikan diskon untuk produk industrial atau olahan.

Investasi Diprediksi Menguat pada 2015

http://finansial.bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA–Aliran dana investasi ke Indonesia diprediksi akan tumbuh pada 2015 setelah sempat melemah pada kuartal 1 2014.

Para ekonom memprediksi penguatan aliran dana investasi tersebut disebabkan situasi politik yang akan stabil pada 2015.

Charles Davis Director Centre for Economics and Bussiness Research memperkirakan menguatnya investasi berimbas pada perekonomian Indonesia yang akan tumbuh mendekati 6% pada 2016.

Di sisi lain, meski ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan, namun gejala yang berbeda terjadi di China. “Ekonomi China diprediksi menurun dari 8% pada 2013 menjadi 6% pada 2019,” kata Davis di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Penurunan ekonomi China, Davis menambahkan, bisa berdampak pada negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Untuk itu Indonesia perlu memiliki tenaga kerja yang terampil agar tidak tergantung pada komoditas ekspor dari negara lain, terutama China.

Emas Masih Tunggu Rapat Fed

INILAHCOM, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (21/5/2014) hari ini, pasar emas akan seiring dengan volatilits pasar yang besar menyusul data puncak pekan ini.

Menurut analis komoditas Ghinie, pada sesi perdagangan Amerika malam ini , pertama pasar akan terfokus pada jadwal press conference Kepala Federal Reserve AS Janet Yellen pada pukul 22.30 GMT+7.

Berikutnya puncak fokus pasar akan masuk pada pertemuan FOMC pada pukul 01.00 GMT+7, dalam pertemuan tersebut Fed diperkirakan akan kembali memangkas skala pembelian obligasi AS sebesar $10 miliar. Dengan tingkat suku bunga bank tetap pada level rendah 0.25%.

Dari World Gold Council (WGC), lembaga mengungkapkan bahwa permintaan emas cenderung stabil selama kuartal pertama tahun ini, yakni pada 1,075.5 metrik ton turun tipis dari 1,077.2 metrik ton pada kuartal ke-empat tahun lalu.

Bagaimana prospek emas hari ini, berikut ulasannya:

Tunggu Rilis Fed

Harga emas diperdagangkan pada kisaran sempait selama sesi perdagangan Selasa (20/5/2014) dan mengakhiri sesi perdagangan semalam dengan keuntungan tipis dipasar emas spot. “Pasar emas cenderung bergerak sempit menjelang pertemuan FOMC Minutes AS pada dini hari nanti,” kata pengelola kedaitrader ini.

Emas berjangka kontrak Juni menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (20/5/2014) dengan keuntungan hanya sebesar 80 sen atau 0.01% berakhir pada $1,294.60 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Di pasar spot harga emas ditutup hanya US$1,70 atau 0,13% berakhir pada US$1.294,40, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi US$1.294,80 dan serendah US$1.293,05.

Teknikal Analisis

Secara teknis, emas diperkirakan akan bertahan diperdagangkan pada kisaran $1,305.30 – $1,284.70. Pasar yang cederung diperdagangkan pada volatilitas yang besar memasuki sesi perdagangan AS menyimak pertemuan FOMC Minutes dan Press Conference Janet Yellen malam ini.

Pengerucutan terjadi pada harga emas dengan titik resistance yang makin rendah dan titik support yang semakin tinggi. Secara teknis, jika harga menguji level supportnya pada US$1.284,70. maka harga berpotensi bergerak pada kisaran US$1.276,00, US$1.267,00, US$1.257,00. “Dengan resistance yang perlu diperhatikan adalah level US$1.305,30,” katanya.