Emas Naik Seiring Kebijakan The Fed

INILAHCOM, Hong Kong – Emas berjangka menguat pada perdagangan Asia Kamis (19/6/2014). Kebijakan The Fed yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi kuncinya.

Emas internasional ditransaksikan naik 0,35% menjadi US%1.278,20 per troy ounce. Sebelumnya,emas juga mengalami kenaikan sebesar 0,5%. Sedangkan emas untuk penyerahan Agustus naik tipis 0,06% ke level US$1.272,7 per troy ounce atau naik US$0,7 per troy ounce.

Pada akhir pekan lalu, konflik di Irak dan ekonomi AS yang diproyeksikan melemah mampu mengangkat emas ke level yang tinggi. Sementara itu, The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2014 dari 2,9% menjadi kisaran antara 2,1% hingga 2,3%. Selain itu, The Fed menurunkan proyeksi untuk tingkat bunga yang ditargetkan untuk jangka panjang.

“Pemulihan ekonomi AS berada sesuai dengan jalurnya. Indikasi peningkatan ekonomi yang sedikit agresif akan tampak dari kenaikan suku bunga yang mulai dilakukan pada tahun mendatang,” ungkap The Fed. Demikian mengutip dari cnbc.com.

Sementara itu, harga perak naik 0,34% ke Rp19.85 per ons, harga tembaga turun 0,46% ke US$3.046 per pon dan harga platinum menguat 0,18% ke US$1.453,40 per ons.

Pada pentupan perdagangan bursa AS dini hari tadi, indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa seiring dengan kebijakan Federal Reserve. Indeks S&P 500 naik 14,99 poin atau 0,77% ke 1.956,98, indeks Dow Jones naik 98,13 poin atau 0,58% ke 16.906,62 dan indeks Nasdaq naik 25,60 poin atau 0,59% menjadi 4.362,84.

Emas Menguat Terbatas Akibat Aksi Ambil Untung Dari FOMC

http://www.seputarforex.com

Harga emas mencapai perolehan tipis pada Sesi Perdagangan Asia Kamis (19/06) dengan prospek permintaan yang masih terfokus pada ketegangan Timur Tengah dan ekspektasi berlanjutnya kebijakan moneter longgar secara global.

FOMC The Fed pada malam tadi sepakat untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya di kisaran 0.00%-0.25%. Namun, mereka tetap melanjutkan pemangkasan stimulus untuk program pembelian obligasi bulanan dari $45 miliar menjadi $35 miliar seiring dengan perekonomian yang AS yang makin menguat.

Di Comex New York, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $1,278.40 per troy ons atau naik sebanyak 0.45%. Angka $1,284.96 sempat dicapai emas pada tanggal 16 Juni lalu, level tertinggi sejak tanggal 27 Mei.

Pembelian obligasi oleh The Fed mendukung emas karena melemahkan Dolar. Setiap bongkar pasang yang dilakukan oleh para pembuat kebijakan Bank Sentral AS dalam beberapa waktu terakhir, seringkali mengecewakan emas.

Keputusan Ketua The Fed, Janet Yellen, untuk menerapkan suku bunga rendah menjerumuskan mata uang AS ke level rendah dua minggu. Sehingga, para investor pun kembali mengumpulkan emas. Akan tetapi, menurut analis dari Yongan Futures, Zhang Lin, kenaikan yang dialami emas hari ini akan terbatas. Para investor hanya melakukan aksi ambil untung dari isu FOMC. Tren jangka panjang emas diperkirakan masih akan bearish.

Rupiah Melemah Akibat Utang dan Impor

http://www.aktual.co

“Pelemahan rupiah ini dipicu oleh utang luar negeri perusahaan swasta yang jatuh tempo pada akhir semester satu (Juni-Juli) dan adanya peningkatan impor migas serta pangan olahan,” kata Ekonom Bank BNI Tbk Ryan Kiryanto,

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah kembali melemah menghadapi tekanan dolar AS yang hampir menyentuh level Rp12.000 dan pada Rabu sore rupiah berada pada 11.988 per dolar, terkoreksi 96 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya 11.892 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah ini dipicu oleh utang luar negeri perusahaan swasta yang jatuh tempo pada akhir semester satu (Juni-Juli) dan adanya peningkatan impor migas serta pangan olahan,” kata Ekonom Bank BNI Tbk Ryan Kiryanto, di Batam, Rabu (18/6).

Ryan mengatakan seharusnya pengusaha swasta ini membeli dolar AS dengan menyicil, jadi tidak sekaligus membeli dolar AS untuk membayar utang luar negerinya. Namun mereka (pengusaha swasta) membeli dolar AS sekaligus, karena utang luar negerinya yang sudah jatuh tempo. “Inilah yang membuat nilai tukar dolar AS naik,” katanya.

Selain itu, menurut dia, nilai tukar dolar AS makin menguat lantaran melonjaknya impor pangan olahan untuk mengantisipasi kebutuhan puasa dan lebaran.

Jelang puasa dan lebaran, impor produk makanan dan minuman olahan meningkat, demikian pula dengan kebutuhan bahan bakar juga meningkat, katanya.

Ryan meminta pemerintah mewaspadai terhadap impor makanan dan minuman olahan ini, karena bisa menyumbang inflasi sangat tinggi dibanding bahan pangan.

“Ironis kalau makanan olahan seperti makanan cemilan anak-anak membuat inflasi tinggi,” katanya.

Ia juga mengatakan pelemahan rupiah ini bersifat temporer dan diperkirakan pada akhir Juli nanti (setelah Pilpres dan lebaran) tekanan rupiah akan melandai atau kembali normal. (Ant)

Fed Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS 2014

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Federal Reserve pada Rabu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk 2014 menjadi di kisaran 2,1-2,3 persen, setelah mengalami kontraksi lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal pertama tahun ini.

Namun Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan tingkat suku bunga acuannya tak berubah, memprediksi seperti sebelumnya bahwa peningkatan awal tingkat suku bunga federal funds dari tingkat nol saat ini akan terjadi hanya tahun depan, dan setelah itu tingkat suku bunga tidak akan meningkat dengan cepat.

FOMC, seperti yang diperkirakan, memutuskan untuk mengurangi lagi program stimulus pembelian obligasinya sebesar 10 miliar dolar AS, membawanya menjadi 35 miliar dolar AS per bulan dari 85 miliar dolar AS pada Desember tahun lalu.

Para pembuat kebijakan bank sentral mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi “telah kembali rebound (berbalik naik) dalam beberapa bulan terakhir” dari kontraksi pada kuartal pertama.

Pengeluaran rumah tangga dan investasi bisnis keduanya meningkat, kata mereka dalam pernyataan kebijakan mereka setelah pertemuan selama dua hari.

Tetapi mereka juga mengatakan bahwa angka pengangguran, sekalipun dengan tingkat sekarang sebesar 6,3 persen, “tetap tinggi”, dan bahwa pemulihan sektor perumahan masih lambat.

Pada Maret, Fed memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di kisaran 2,8-3,0 persen, sebelum kedalaman dari musim dingin mengalami kemunduran, sebagian karena cuaca sangat keras di sebagian besar wilayah negara.

Namun para pejabat bank sentral sedikit meningkatkan prediksi mereka untuk pertumbuhan PDB pada 2015 menjadi ke kisaran 3,0-3,2 persen, dengan inflasi bertahan pada sekitar 2,0 persen.

Mereka juga memperkirakan tingkat pengangguran, indikator penting untuk kebijakan moneter, jatuh dari saat ini 6,3 persen menjadi sekitar 6,0-6,1 persen pada akhir tahun, dan menjadi sekitar 5,4-5,7 persen pada 2015, keduanya sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Ada sangat sedikit perubahan kenaikan untuk “dot chart” FOMC yang banyak dipantau, merencanakan di mana para peserta dalam pertemuan kebijakan moneter melihat suku bunga untuk tiga tahun ke depan.

Rata-rata mereka memperkirakan suku bunga fed funds mencapai 1,125 persen pada akhir 2015, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2,0 persen, dan 2,125 persen pada akhir 2016.

Tetapi mereka memangkas kembali sedikit perkiraan mereka untuk kenaikan lebih lanjut setelah itu.

Saham-saham AS, yang diperdagangkan sedikit lebih rendah menjelang pengumuman dari FOMC, didorong lebih tinggi setelah pengumuman. Indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 1.948,32. Sementara itu dolar sedikit berubah dari kerugian sebelumnya, diperdagangkan di 1,3570 dolar per satu euro.

Rumah mantan presiden bisa di atas Rp 20 miliar

http://nasional.kontan.co.id

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan harga rumah mantan presiden dan wakil presiden Indonesia hingga kini tidak bisa dipastikan sebesar Rp 20 miliar. “Bisa lebih atau bisa kurang,” ujar Chatib kemarin (17/6).

Chatib menjelaskan, sebetulnya peraturan yang mengatur rumah untuk mantan Presiden dan Wakil Presiden sudah ada sejak 2004. Kini pemerintah memiliki tidak memiliki batasan rumah dengan sebuah angka.

Chatib menilai tolak ukur harga sebesar Rp 20 miliar saat ini dinilai tidak relevan untuk dipakai terus menerus. “Kempera saja minta PPN rumah subsidi dinaikkan, karena harganya terus naik,” terang Chatib.

Maka dari itu, kata Chatib, akan lebih relevan jika peraturan soal pengadaan rumah untuk mantan presiden dan wakil presiden tersebut hanya mengatur ukuran rumah dan lokasi dari pada rumah tersebut. Jadi tidak ada pembatasan. Cara ini dinilai lebih realistis.

Sekedar informasi, pada 4 Juni 2014 kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2014 tentang penyediaan rumah untuk mantan presiden dan wakil presiden. Aturan ini merupakan perubahan dari Keputusan Presiden Nomor 81 Tahun 2004. Di dalam peraturan sebelumnya, nilai rumah mantan presiden ditetapkan dengan batasan maksimal Rp 20 miliar.

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha meminta masalah rumah mantan presiden ini tidak menjadi kontroversi karena peraturan ini juga berlaku bagi mantan presiden dan wakil presiden sebelumnya yang belum mendapatkan hak rumah dari negara.