Salah Memilih Waktu untuk Membeli Emas

investasi emas

BEST PROFIT FUTURES – Demam membeli emas untuk dijadikan alat investasi belum dan rasanya tak akan pernah surut dalam waktu dekat, terutama karena emas telah menjadi alat investasi yang paling dikenal dan paling likuid yang pernah dimiliki orang sejak jaman dahulu. Akan tetapi, di balik kepopuleran investasi emas, ternyata masih banyak orang Indonesia yang salah kaprah dalam melakukan trik investasi menggunakan logam mulia ini.

Lanjutkan membaca “Salah Memilih Waktu untuk Membeli Emas”

Suku bunga diramal naik, harga emas jatuh di NY

http://investasi.kontan.co.id

NEW YORK. Harga kontrak emas dunia mengakhiri reli yang sudah berlangsung selama tujuh hari tadi malam (26/6) di New York. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.38 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Agustus turun 0,4% menjadi US$ 1.317 per troy ounce di Comex New York. Pada 24 Juni lalu, harga emas mencapai posisi US$ 1.326,60 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi untuk kontrak emas teraktif sejak 15 April lalu.

Salah satu sentimen negatif bagi pergerakan harga emas adalah pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden the Federal Reserve St. Louis James Bullard mengenai suku bunga acuan AS. Dia mengatakan, suku bunga AS akan naik lebih cepat dari prediksi pelaku pasar. Bullard memprediksi, bank sentral AS akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada kuartal pertama 2015.

Beberapa penyebab kenaikan suku bunga acuan ini antara lain penurunan angka pengangguran dan percepatan inflasi.  Dia meramal, tingkat pengangguran akan turun ke bawah level 6% dan tingkat inflasi akan naik mendekati level 2% pada akhir tahun ini.

“Pernyataan Bullard menekan harga emas,” jelas Frank Lesh, trader FuturePath Trading LLC di Chicago. Dia menambahkan, dengan lonjakan emas mendekati level tertinggi dalam dua bulan menyebabkan tingkat permintaan fisik emas menjadi menurun.

Mulai 1 Juli Bank Indonesia Buka Penukaran Uang Receh Lebaran

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA – Bank Indonesia  mulai membuka layanan penukaran uang tunai bernominal kecil pada 1 Juli 2014 hingga 25 Juli 2014. Penukaran dapat dilakukan di berbagai posko yang dibuka BI di beragamkotadan di aneka gerai lain.

“Untuk wilayah DKI Jakarta, (posko) layanan penukaran uang tersebut akan dibuka di Lapangan IRTI Monas,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan, Kamis (26/5/2014). Penukaran uang tunai akan dilayani mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

Adapun penukaran untuk wilayahBandungdapat dilakukan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Untuk Medan, layanan dibuka di Lapangan Merdeka. Sementara itu, di Makassar, layanan serupa dibuka di Lapangan Karebosi.

Layanan penukaran uang juga diperluas, baik berupa peningkatan frekuensi kas keliling dan di pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti pasar, terminal, rest area jalan tol, stasiun kereta api, maupun di pos pemberangkatan mudik.

“Dalam rangka meratakan penyebaran uang yang beredar di masyarakat, BankIndonesiamemberikan layanan penukaran dengan sistem paket yang merupakan kombinasi beberapa pecahan sehingga mempercepat layanan,” papar Lambok. “(Dengan paket ini) juga tidak dimungkinkan untuk menukarkan uang satu pecahan secara berlebihan.”

Menurut Lambok, sistem paket tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu dan jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar. BI mengimbau masyarakat melakukan penukaran di tempat resmi yang disediakan BI, perbankan, maupun pihak lain yang mendapatkan otorisasi.

BI, kata Lambok, telah bekerja sama dengan 13 bank umum untuk layanan penukaran uang ini. Ke-13 bank itu adalah BNI, BJB, BTN, BCA, BRI, BII, Bank Muamaalat, Bank Mandiri, Bank DKI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan BNI Syariah.

“Kami juga melakukan kerja sama dengan Perum Pegadaian untuk menyediakan outlet layanan penukaran uang di 50 titik lokasi. Pegadaian kami pilih karena dekat dengan masyarakat, banyak loketnya, banyak sumber daya, dan juga karena mereka bersedia,” imbuh Lambok

Estimasi Pertumbuhan Ekonomi AS Direvisi, Wall Street Melemah

http://bisnis.news.viva.co.id

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin.

VIVAnews – Saham AS melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, setelah pemerintah AS diminta untuk merevisi angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi lebih rendah.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 27 Juni 2014, sentimen negatif lainnya yakni James Bullard, Kepala Federal Reserve St. Louis yang merupakan anggota non-voting Federal Open Market Committee, kepada Fox Business Network, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pasar, yakni pada kuartal pertama 2015.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin (0,1 persen) ke level 16.846,13, dengan saham Wal-Mart Stores menjadi saham blue-chip yang paling merugi, termasuk 22 saham dari 30 komponen utama penyokong indeks dan menandai patokan hari terburuk dalam sebulan terakhir.

Indeks S & P 500 kehilangan 2,31 poin (0,1 persen) ke level 1.957,22. Saham sektor konsumsi dan keuangan menjadi yang paling banyak merugi diantara 10 kelompok utama indeks. Indeks Nasdaq berakhir jatuh kurang dari 1 poin ke level 4.379,05.

Saham GoPro bergerak rally dalam debut pertamanya di lantai bursa. Sementara itu saham ConAgra Foods juga naik setelah membukukan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Goldman Sachs merilis penurunan angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi 3,5 persen.

Laporan lainnya, klaim pengangguran AS mengalami penurunan 2.000 menjadi 312.000 pekan lalu, atau sesuai dengan harapan pasar sebelumnya.

Nilai mata uang dolar stabil terhadap mata uang mitra dagang Amerika Serikat dan yield (imbal hasil) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun 3 basis poin menjadi 2,531 persen.

Wall Street Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga,

http://finance.detik.com

New York -Wall Street ditutup melemah tipis menyusul pernyataan pejabat The Federal Reserve yang memberi sinyal suku bunga acuan akan naik di awal 2015. Saham-saham finansial langsung terkena aksi jual.

Enam dari sepuluh sektor di Indeks S&P 500 masuk ke teritori negatif. Sektor finansial memimpin pelemahan.

“Pasar sedang mengalami perubahan dan mencari titik keseimbangan baru,” kata Fred Dickson, kepala strategi pasar dari D.A. Davidson & Co, di Lake Oswego, Oregon, Seperti dikutip Reuters, Jumat (27/6/2014).

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 21,38 poin (0,13%) ke level 16.846,13. Indeks S&P 500 menipis 2,31 poin (0,12%) ke level 1.957,22. Indeks Komposit Nasdaq turun tipis 0,71 poin (0,02%) ke level 4.379,05.