Harga Emas Menguat Jelang Pertemuan The Fed

PT Bestprofit Futures, Harga emas menguat didorong investor menunggu hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) pada pekan ini. Diperkirakan the Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD 3,1 atau 0,3 persen ke posisi USD 1.204,40 per ounce. Harga emas sempat sentuh USD 1.201,30 di level terendah dalam seminggu pada pekan lalu.

Harga emas melemah di tengah indeks dolar AS sedikit tertekan pada awal pekan ini. Dolar dan emas yang dalam mata uang AS cenderung bergerak terbalik. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (25/9/2018).

 

Harga emas berdasarkan kontrak teraktif sudah turun delapan persen sepanjang 2018. Hal ini seiring indeks dolar AS naik 2,2 persen pada 2018. Pergerakan dolar AS itu didorong sebagian besar the Federal Reserve yang memperketat kebijakan moneter AS yang lebih agresif.

Para pejabat the Fed akan bertemu untuk pertemuan dua hari yang berakhir pada Rabu. Pasar memperkirakan the Federal Reserve mencapai 90 persen untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps).

 

The Federal Reserve telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada 2018. Kemungkinan the Federal Reserve akan kembali naikkan suku bunga pada Desember meski pelaku pasar menunjukkan sejumlah ketidakpastian terutama dari perang dagang dan ekonomi global. Ketidakpastian itu menambahkan tekanan pada pernyataan the Federal Reserve.

Suku bunga lebih tinggi cenderung menaikkan dolar AS dan memangkas permintaan aset nonyield. Hal itu mendukung aset yang memberikan hasil relatif menarik.

Harga emas bergerak di kisaran sempit dan mengamankan posisi di USD 1.200 pada awal September. Pada awal pekan ini, analis Zaner Precious Metals menyatakan, pasar logam mulia dan komoditas lainnya belum berimbas dari potensi inflasi yang didorong penerapan tarif barang impor.

Untuk harga logam lainnya yaitu harga perak turun 1,8 sen atau USD 0,1 persen ke posisi USD 14.341 per ounce.  Harga palladium naik USD 6,7 atau 0,6 persen ke posisi USD 1.051,60 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman Oktober berada di posisi USD 829,30 per ounce. Harga tembaga susut 0,8 persen ke posisi USD 2.836 per pound.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram

PT Bestprofit Futures, Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 658 ribu per gram pada perdagangan Senin (24/9/2018). Pada perdagangan Sabtu kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 660 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback atau pembelian kembali emas Antam berada di Rp 570 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 570 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.16 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tak tersedia kecuali ukuran 10 gram dan 100 gram yang masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.841.000 atau Rp 684.100 per gram. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 13.127.000 atau Rp 656.350 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam ini dijual di harga Rp 724.000. Ukuran 2 gram dijual Rp 1.332.000 dan 5 gram dijual Rp 3.173.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 658.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.117.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.170.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.316.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.557.000

* Pecahan 100 gram Rp 61.044.000

* Pecahan 250 gram Rp 152.359.000

* Pecahan 500 gram Rp 304.516.000.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Rupiah Menguat, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

PT Bestprofit Futures, Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Jumat (13/9/2018). Analis berpendapat, meredanya sentimen global menopang laju IHSG.

“Di tengah ketidakpastian perang dagang AS dengan Cina, nampak kepanikan para investor global sedikit mereda, sejalan pula dengan saham AS di tutup menguat pada Rabu,” tutur Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Oleh karena itu, Suryo prediksi IHSG berada di zona hijau. “Secara teknikal support di 5.845 dan resisten di 5.892,” ujar dia.

Sedangkan dari dalam negeri, lanjut Suryo, sentimen positif datang dari menguatanya mata uang garuda. Seperti diketahui pada kemarin nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menguat di posisi Rp 14.840

“Oleh sebab itu, IHSG berpotensi lanjutkan penguatan pada hari ini,” kata dia.

Seiring dengan sentimen positif yang ada, Suryo menyarankan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Kemudian saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada perdagangan Kamis pekan ini. Aksi beli investor asing kembali topang IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis 20 September 2018, IHSG menguat 57,66 poin atau 0,98 persen ke posisi 5.931,26. Indeks saham LQ45 menguat 1,63 persen ke posisi 938,63. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 239 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 159 saham melemah dan 110 saham melemah. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.941,01 dan terendah 5.897,59.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 419.792 kali dengan volume perdagangan saham 9,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Investor asing beli saham Rp 399,24 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.850.

10 sektor saham mampu menguat. Sektor saham industri dasar menguat 1,82 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur menanjak 1,37 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 1,21 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham DIGI naik 25 persen ke posisi Rp 530 per saham, saham BKDP melonjak 33,87 persen ke posisi Rp 83 per saham, dan saham PANI menanjak 24,39 persen ke posisi Rp 306 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham DNAR merosot 14,19 persen ke posisi Rp 266 per saham, saham GLOB melemah 12,50 persen ke posisi Rp 140 per saham, dan saham SRAJ tergelincir  10,07 persen ke posisi Rp 125 per saham.

Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,26 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,65 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,01 persen, indeks saham Thailand menanjak 0,38 persen, dan indeks saham Singapura bertambah 0,12 persen. Sedangkan indeks saham Shanghai turun 0,06 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,24 persen.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Pemerintah Optimis Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen di Akhir Tahun

PT Bestprofit Futures, Kendati neraca perdagangan masih defisit, pemerintah mengaku cukup senang dengan data yang baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan industri non migas menunjukkan tren positif, yakni surplus sekitar USD 630 juta.

 

Padahal, menurut Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika, pemerintah belum secara efektif menerapkan kebijakan yang dikeluarkan untuk memperbaiki neraca perdagangan.

Kebijakan mengganti solar murni dengan Biodesel 20 atau B20, salah satu kebijakan yang telah lama diusulkan, baru diimplementasikan secara penuh akhir September ini.

Erani Yustika yakin, neraca perdagangan Indonesia masih bisa membaik pada akhir tahun ini.

“Saya masih optimis bahwa sampai akhir tahun neraca perdagangan kita ini, meskipun tentu tidak setinggi tahun 2017, masih bisa surplus. Kita punya waktu empat bulan,” ujar dia.

Dengan pertumbuhan di beberapa sektor ditambah dengan kebijakan yang telah dirancang oleh pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan, Erani merasa target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen bisa dicapai.

Berdasarkan hasil kalkulasi pemerintah, surplus neraca perdagangan seharusnya mencapai USD 4 miliar. Namun, kalkulasi ini didasarkan pada perhitungan bahwa neraca perdagangan akan netral di Agustus.

Pada kenyataannya, neraca perdagangan masih defisit sebesar USD 1,02 miliar per Agustus. Namun, pemerintah berharap surplus neraca perdagangan bisa mencapai angka sekitar USD 2 miliar-USD 3 miliar.

“Kalau kita bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai di semester 1, terus perbaikan di government expenditure, itu mengapa 5,2 optimis bisa tercapai,” tambah Erani. (Felicia Margaretha)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) RI. Selain melalui pameran dagang, Kemendag juga melakukan beberapa misi dagang dengan negara lain.

“Misi dagang Indonesia 2018 dalam waktu dekat ini ada 5 negara yaitu dengan Swiss pada tanggal 2-3 Oktober, Spanyol di 4-6 Oktober,  Shanghai China 5-10 November, Jeddah Saudi Arabia 28 November-2 Desember, dan terakhir Mesir di 03-04 Desember 2018,” tutur Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Arlinda menuturkan, pada misi dagang kali ini, Indonesia berusaha membidik pasar-pasar konvensional. Adapun pasar utama RI dalam misi dagang ialah China, Jepang, Amerika Serikat (AS), India dan juga Singapura.

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Mendag, Indonesia coba memasuki pasar di luar pasar utama. Sehingga fokus utama kita kali ini pada pasar konvensional,” ujar dia.

Arlinda menuturkan, selain pasar Asia, Indonesia juga mempertimbangkan prospek peningkatan transaksi ekspor pada cakupan pasar uni eropa (EU).

“Untuk pasar konvensional di Asia Selatan ini ada India, Srilanka, dan juga Bangladesh. Kemarin saat kita melakukan misi dagang dengan Bangladesh ini transaksi dagang bisa mencapai USD 290 juta,” kata dia.

“Selain itu, juga ada Spanyol dan Swish. Kenapa Spanyol? Karena Spanyol ini member dari EU. Meski ekspor kita nggak banyak ke Spanyol, tapi mereka punya pengaruh menggaungkan produk Indonesia di wilayah Eropa, makanya kita misi dagang kesitu,” tambah dia.

Sementara itu, untuk misi dagang Jeddah Saudi Arabia, Kemendag akan menggenjot kegiatan ekspor RI melalui pangsa pasar Haji. “Untuk Jeddah, kita ingin gapai market orang-orang kita yang naik haji. Jadi harus lebih fokus memperkenalkan produk kita,” kata dia.

Balas AS, China Kenakan Tarif Impor Barang Senilai USD 60 Miliar

PT Bestprofit Futures, China membalas serangan Amerika Serikat (AS) dalam perang dagang. Serangan balik itu dilakukan usai Presiden AS Donald Trump akan berlakukan tarif impor 10 persen untuk barang impor China senilai USD 200 miliar yang berlaku akhir September 2018.

Pemerintah China menyatakan akan mengenakan tarif atas barang impor AS senilai USD 60 miliar. Sebelumnya, pemerintah AS akan mengenaikan tarif 10 persen untuk barang impor China senilai USD 200 miliar. Kemudian tarif naik menjadi 25 persen pada akhir 2018 yang berlaku pada 24 September 2018.

Pengenaan tarif itu berlaku untuk ribuan produk China mulai dari bumbu makanan, sarung tangan bisbol dan suku cadang mesin. Demikian mengutip laman CNN Money,Rabu (19/9/2018).

Sedangkan China mengenakan tarif antara 5 persen-10 persen tergantung pada produk dari tanggal yang sama. Lebih dari 5.000 barang AS akan berpengaruh termasuk daging, kacang-kacangan, minuman beralkohol, bahan kimia, pakaian, mesin, furnitur, dan suku cadang mobil.

Ketegangan perang dagang itu menambah konflik bagi dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Apalagi langkah AS terbaru akan membuat setengah dari produk yang dijual China ke AS akan terkena tarif setiap tahun.

Sebelumnya China juga sudah membalas AS dengan menerapkan tarif impor barang AS senilai USD 50 miliar. Keputusan China membalas kembali serangan AS meningkatkan prospek ketegangan dalam perang dagang. Pemerintahan AS memperingatkan kalau setiap pembalasan China akan lebih banyak tarif yang dikenakan senilai USD 267 miliar.

Dua negara adidaya ekonomi ini telah bersiap untuk mengadakan negosiasi pada September 2018. Namun, hal itu belum jelas. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menuturkan, pengenaan tarif terbaru Trump “telah membawa ketidakpastian” pada negosiasi yang drencanakan.

“Pihak China telah berulang kali menekankan satu-satunya cara yang tepat untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara China dan AS adalah melalui pembicaraan dan konsultasi atas dasar kesetaraan, integritas dan saling menghormati,” ujar Juru Bicara Geng Shuang.

“Tetapi apa yang dilakukan pihak AS tidak menunjukkan ketulusan atau niat baik,” tambah dia.

Jelang pengumuman Trump mengenai tarif impor barang China, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menuturkan, AS masih bersedia melanjutkan dialognya dengan China.

“Kami bersiap untuk bernegosiasi dengan China kapan saja, jika mereka bersedia terlibat dalam pembicaraan serius,” kata Kudlow.

Sebelumnya, kedua negara tersebut sudah berdialog tetapi gagal capai terobosan. Analis pun skeptic China akan bersedia dan mampu melakukan permintaan pemerintahan AS terhadap sejumlah masalah utama termasuk upaya China mendapatkan teknologi AS dan kebijakan industri ambisius China.

“Tujuan utama dari tarif mungkin tidak membawa Beijing ke meja perundingan. Sebaliknya itu adalah memaksa perusahaan multinasional AS untuk menarik kembali investasi di China sehingga ketergantungan dari dua negara pesaing berkurang. Terhadap tujuan ini, tidak ada kemungkinan tawaran oleh China dapat menyebabkan tarif dicabut,” ujar Analis Senior Gavekal, Arthur Kroeber dalam laporannya.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta