Harga Minyak hingga Data Pekerja Mengganjal Gerak Wall Street

PT Bestprofit Futures – Jakarta Wall Street atau pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi dipicu penurunan harga minyak dan data tenaga kerja AS baru yang menunjukkan lonjakan pengangguran.

Melansir laman AFP, Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,9 persen menjadi 23.664,64, dan S&P 500 turun 0,7 persen menjadi 2.848,42. Sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,5 persen pada 8.854,39.

Perusahaan penggajian ADP melaporkan jika sektor swasta AS kehilangan 20,2 juta pekerjaan pada bulan lalu, dan membayangi laporan resmi pemerintah tentang data pekerjaan, pada hari ini.

Kondisi yang suram ditambah saat Komisi Eropa mengatakan ekonomi zona euro akan berkontraksi sebesar 7,7 persen pada tahun 2020, karena konsekuensi pandemi Corona yang melanda seluruh benua.

Sentimen ke pasar kian besar saat harga minyak dunia  turun, menghentikan kenaikan beruntunya selama lima hari di tengah keraguan tentang seberapa cepat permintaan akan pulih. Data AS menunjukkan peningkatan stok minyak mentah, tetapi tidak sebesar seperti yang diperkirakan para analis.

“Pasar tampaknya kehabisan tenaga,” kata Peter Cardillo dari Spartan Capital Securities. “Kami mulai melihat beberapa berita makro negatif yang sebenarnya,” jelas dia.

PT Bestprofit Futures – Dia mengatakan ketika indikator makro menjadi lebih dari satu faktor, akan menciptakan sedikit keraguan dari para investor.

Adapun saham yang mengalami penurunan antara lain milik Disney yang susut 0,2 persen karena kehilangan USD 1,4 miliar akibat Virus Corona. Sebagai akibat dari penutupan taman hiburan dan operasi lainnya.

Sementara saham General Motors melonjak 3,0 persen setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan mengumumkan rencana untuk melanjutkan pengoperasian manufaktur pada bulan ini, bahkan ketika laba bersih anjlok 86 persen menjadi USD 294 juta.

Wall Street Menguat Seiring Penambahan Pasien Covid-19 di AS Melambat

PT Bestprofit Futures – Bursa saham AS naik pada perdagangan Selasa karena investor bertaruh ekonomi AS bisa kembali bangkit. Sementara harga minyak melonjak untuk hari kelima berturut-turut.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (6/5/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup 133,33 poin lebih tinggi, atau 0,6 persen, pada 23.883,09. S&P 500 naik 0,9 persen menjadi ditutup pada 2.868,44 sementara Nasdaq Composite naik 1,1 persen menjadi 8.809,12.

Rata-rata investor memangkas kenaikan mereka di jam terakhir perdagangan setelah Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida mengatakan kepada CNBC bahwa ekonomi mungkin membutuhkan lebih banyak dukungan fiskal dan moneter. Di awal sesi, Dow naik lebih dari 400 poin.

PT Bestprofit Futures – “Pembukaan negara dari lockdown dan jumlah kasus mulai di titik puncak mengurangi ketidakpastian,” kata Tom Lee, pendiri dan kepala penelitian di Fundstrat Global Advisors. “Ini adalah, dalam pandangan kami, alasan utama saham menguat lebih tinggi dan bergeser ke tangan pembeli,” tambahnya.

“Pasar dipenuhi penjual, menyebabkan kehancuran tercepat yang pernah ada. Jadi kami pikir risiko / hadiah masih menguntungkan pembeli,” lanjut Lee.

Saham Pfizer naik setelah raksasa farmasi mengatakan memulai uji coba vaksin corona virus pada manusia. Ini menyebabkan reli 2,2 persen di sektor perawatan kesehatan S&P 500.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

BPS Sebut Virus Corona Buat Inflasi Ramadan 2020 Tidak Biasa

BPS Sebut Virus Corona Buat Inflasi Ramadan 2020 Tidak BiasaKepala BPS Suhariyanto.

PT Bestprofit Futures – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi pada April 2020. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, inflasi April 2020 hanya sebesar 0,08 persen. Adapun secara tahunan, inflasi berada di angka 2,67 persen.

Suhariyanto bilang, kondisi inflasi bulan ini tidak seperti bulan-bulan menuju Ramadan tahun yang lalu. “Inflasi kali ini tidak biasa, berbeda dengan pola sebelumnya. Biasanya tahun lalu, masuk Ramadhan itu meningkat, tahun ini justru melambat,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5).

Suhariyanto menambahkan, masih menyebarnya pandemi Corona menyebabkan permintaan barang dan jasa yang harusnya meningkat justru turun menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. “Biasanya kalau mau Ramadan itu selalu naik tapi kali ini turun karena memang situasi dan kondisi Covid-19 membuat pola konsumsi dan pergerakan berubah,” katanya.

Sementara, kelompok yang memberikan andil inflasi antara lain makanan, minuman, tembakau yang terdiri dari bawang merah, rokok putih, rokok filter hingga gula pasir. Kemudian, harga emas juga menyumbang andil inflasi bulan ini.

Adapun dari 90 kota indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi.

Inflasi April di Bawah Prediksi BI

di bawah prediksi bi

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi April 2020 mencapai 0,18 persen (mtm) atau sebesar 2,78 persen (yoy). Dengan demikian inflasi terjaga dan terkendali rendah 3 persen plus minus 1 persen.

“Kami perkirakan untuk April 2020 ini inflasinya sekitar 0,18 persen mtm. Kalau dihitung yoy 2,78 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, (29/4).

Perry menuturkan angka inflasi ini lebih rendah dari dua bulan sebelumnya. Pada bulan Maret 2020 inflasi tahunan tercatat 2,96 persen dan bulan Februari 2020 sebesar 2,96 persen.

PT Bestprofit Futures – Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi di antaranya bawang merah sebesar 0,12 persen, emas perhiasan 0,9 persen, jeruk 0,5 persen dan gula pasir 0,02 persen. Sementara komoditas penyumbang deflasi, yaitu cabai merah 0,11 persen dan daging ayam 0,08 persen.

Menurutnya, terjaganya inflasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyediakan bahan pokok selama bulan ramadan terpenuhi dengan baik. Hal ini terjadi karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Bulan Ramadan tahun ini lebih rendah dari pola historisnya. Karena ada PSBB dan ini menurunkan tingkat permintaan jadi itu bagian dari terkendalinya inflasi,” kata Perry.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

BKPM: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Bisa Turun Sampai 0 Persen

BKPM: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Bisa Turun Sampai 0 PersenGedung Bertingkat di Jakarta.

PT Bestprofit Futures – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, percaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 masih positif meski tengah berperang melawan virus corona (Covid-19). Walaupun jumlahnya lebih kecil dibandingkan pada kuartal sebelumnya, namun Bahlil yakin pertumbuhan ekonomi di 3 bulan pertama tahun ini tetap akan tumbuh lebih dari 4 persen.

“Triwulan 2 itu akan menurun. Pertumbuhan ekonomi kita di 2020 triwulan 1 saya masih yakin di atas 4 persen,” kata Bahlil dalam sesi Market Sounding bersama Kementerian PUPR, Kamis (30/4).

Kendati demikian, Bahlil tetap memperingatkan agar negara waspada terhadap wabah pandemi yang berkepanjangan. Sebab, jika dibiarkan, itu jelas akan semakin merusak perekonomian nasional.

PT Bestprofit Futures – “Namun di triwulan II itu hati-hati kita akan menurun. Ini bisa sampai 0 persen. Kalau masih landai lagi kita bisa turun minus,” imbuh dia.

Jika pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu pada Juni mendatang, maka dia punya keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi negara dapat kembali bangkit di Triwulan III dan IV 2020. “Kami setuju bahwa di masa Covid-19 ini adalah konsolidasi ke dalam untuk persiapkan segala sesuatu yang terkait dengan proses. Ketika Covid-19 selesai kita take off,” tuturnya.

Akibat Corona, Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 di 2,3 Persen

bank indonesia prediksi pertumbuhan ekonomi 2020 di 23 persen

PT Bestprofit Futures – Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 2,3 persen. Wabah virus corona faktor utama terkoreksi dalamnya pertumbuhan ekonomi.

Prediksi itu merupakan skenario berat dari hasil diskusi antara Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, virus corona akan mencapai puncaknya pada bulan Juni dan Juli. Sehingga pertumbuhan ekonomi pun terkoreksi lebih dalam.

“Skenario berat itu 2,3 persen pertumbuhan ekonomi di 2020,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (9/4).

PT Bestprofit Futures – Pada kuartal pertama, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi di angka 4,7 persen. Kemudian mengalami penurunan cukup dalam di kuartal kedua hingga 1,1 persen.

Lalu pada kuartal tiga naik tipis menjadi 1,3 persen. Lalu kembali naik di kuartal keempat sebesar 2,4 persen. “Itulah yang kemudian disepakati bersama dan itu jadi acuan,” kata Perry.

Prediksi itu yang menjadi dasar berbagai stimulus diberikan pemerintah ke berbagai sektor. Setidaknya pemerintah menyuntikan dana hingga Rp 405 triliun dalam menanggulangi dampak wabah virus corona.

Akibatnya defisit fiskal untuk pertama kalinya lebih dari 3 persen dari PDB. Yakni 5,7 persen di tahun 2020.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Bursa Saham di Asia Menguat Dorong Perkembangan Uji Coba Obat Corona

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Saham-saham di Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi menyusul perkembangan positif dari penanganan virus corona (Covid-19).

Saham-saham di Jepang, yang kembali diperdagangkan setelah libur pada hari Rabu kemarin, memimpin kenaikan regional. Nikkei 225 melonjak 2,55 persen karena saham pembuat robot Fanuc melonjak sekitar 5 persen. Sedangkan Indeks Topix juga naik 1,94 persen.

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,7 persen. S&P/ASX 200 di Australia juga naik 0,78 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,28 persen lebih tinggi.

Investor mengamati reaksi pasar terhadap perkembangan penggunaan remdesivir obat antivirus dari Gilead Sciences sebagai pengobatan baru yang potensial untuk pasien Covid-19.

PT Bestprofit Futures – Gilead Sciences mengatakan hasil uji coba obat coronavirus hari Rabu menunjukkan setidaknya 50 persen pasien yang diobati dengan dosis lima hari remdesivir membaik dan lebih dari setengahnya keluar dari rumah sakit dalam waktu dua minggu.

Secara global, pandemi coronavirus telah menginfeksi lebih dari 3,1 juta dan merenggut setidaknya 226.771 nyawa, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins.

Ekonomi China

PT Bestprofit Futures – Di sisi data ekonomi, Cina akan merilis Indeks Manajer Pembelian manufaktur untuk April sekitar pukul 9:00 pagi HK/SIN. Rilis data dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang apakah ekonomi China bangkit kembali setelah cetak PDB kuartal pertama yang suram karena negara itu berjuang melawan wabah coronavirus.

Sementara itu, Federal Reserve AS berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol selama diperlukan dan memberikan bantuan tambahan bagi perekonomian.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Dipimpin Sektor Perkebunan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.539,32

PT Bestprofit Futures – Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Sebanyak 118 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (29/4/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 9,77 poin atau 0,22 persen ke posisi 4.539,32. Adapun indeks saham LQ45 menguat 0,38 persen ke posisi 673,68. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.553,08 dan terendah 4.523,95.

Sebanyak 118 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 48 saham melemah dan 78 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 15.315 kali dengan volume perdagangan 231,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 259,2 miliar.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual bersih saham Rp 11,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.355.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona merah yaitu sektor aneka industri yang turun 0,77 persen dan sektor perdagangan yang melemah 0,23 persen.

Sementara sektor yang menguat antara lain sektor perkebunan yang melonjak 1,18 persen, disusul sektor industri dasar naik 0,89 persen dan sektor infrastruktur naik 0,90 persen.

Saham Penggerak

PT Bestprofit Futures – Saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau antara lain INTD yang naik 34,44 persen ke Rp 242 per lembar saham, BOLA menguat 21,09 persen ke Rp 155 per lembar saham dan NZIA naik 20,97 persen ke Rp 150 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah yaitu DADA turun 6,94 persen ke Rp 268 per saham, PLIN turun 6,94 persen ke Rp 2.280 per saham dan POLL turun 6,86 persen ke Rp 4.750 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit