kontan.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

JAKARTA. Mata uang euro (EUR) bergerak beragam terhadap sejumlah mata uang utama dunia.  Namun secara umum, mengawali tahun 2015 mata uang kawasan Eropa ini masih melemah tajam. Penyebabnya, presiden bank sentral eroa (ECB) kemungkinan akan memperluas stimulus moneter.

Selain itu, data ekonomi kawasan eropa yang di rilis akhir pekan lalu juga tercatat negatif. Indeks manufaktur Spanyol dan Italia mengalami penurunan di bulan Desember dan lebih rendah dari prediksi analis. PMI (Purchase Manager Index) spanyol turun menjadi 53,8 dari bulan sebelumnya sebesar 54,7 serta lebih rendah dari prediksi analis 54,9. Adapun PMI Italia 48,8 turun dari level bulan sebelumnya 49,0.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (2/1) pasangan EUR/USD turun 0,84% dari perdagangan sebelumnya menjadi 1,2002. Pairing EUR/JPY turun 0,21% menjadi 144,630 dan pasangan EURGBP naik 0,81% menjadi 0,7830.

Ibrahim, Analis dan Direktur Equilibirium Komoditi Berjangka mengatakan Euro tertekan terhadap dollar AS lantaran terjadi gejolak politik di Italia. Presiden Italia mengundurkan diri sehingga terjadi ketidakjelasan di Eropa dan kemungkinan besar akan dilakukan pemilihan presiden di kuartal I bersamaan dengan pemilihan presiden di Yunani.

Selain itu, kata Ibrahim, data manufaktur Spanyol dan dan Italia juga menuruin sehingga menambah sentimen negatif terhadap pergerakan nilai tukar euro. Sementara dari sisi USD, terjadi penguatan setelah data manufaktur China Desember melemah menjadi 50,1 dari sebelumnya 50,3.

Ibrahim memprediksi pasangan ini masih akan melanjutkan tekanan lebih dalam. Kendati data ISM Manufaktur PMI AS bulan Desember menurun  dari 58,7 menjadi 55,5 tidak akan banyak mempengaruhi pergerakan dollar AS.“ Manufakturnya wajar turun karena bulan desember samapai Februari meruapakan musim dingin di AS,” kata dia.

PT. BESTPROFIT FUTURES