Kesuksesan adalah impian semua orang, baik yang berbisnis atau berkarier. Sukes bisa jadi apa saja bentuknya. Untuk sebagian orang mungkin membeli mobil keluaran terbaru adalah bentuk kesuksesan. Sebagian lainnya meluaskan bisnis hingga seberang pulau adalah kesuksesan.

Kesuksesan tak memiliki ukuran yang pasti. Tak sedikit orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai orang sukses. Apakah demikian? Bisa jadi iya! Dapat pula dikatakan tidak! Bila semua orang yang mengatalkan dirinya sukses dikumpulkan dalam satu ruangan, pasti satu sama lain memandang lainnya penuh iri. Betapa tidak, mereka melihat orang lain ternyata mampu melebihi.

Sukses itu bukan hanya pencapaian material saja atau yang kasat mata orang lain. Sukses itu lebih dari itu. Sukses yang sebenarnya adalah mencapai level berikut dari kehidupannya, baik bisnis, karier atau sebagai manusia seutuhnya. Jadi bila seseorang mengatakan dirinya sukses, itu sama saja menyebut dirinya belum mendapatkan apapun. Sukses itu dinilai orang lain, karena dianggap mampu melebihi kemampuan orang lain.

Kesuksesan yang pasti adalah membuat seseorang tetap bersikap positif dan menjadi jauh lebih dewasa. Ini berlaku dalam semua sendi-sendi kehidupan tak hanya dalam dunia bisnis saja. Jadi tak ada orang sukses yang mengatakan dirinya sukses. Hanya orang bodoh yang mengatakan dirinya sukses!

Simak poin-poin berikut:

  • Ada orang sukses, adapula orang yang mengatakan dirinya sukses. Yang pertama jumlahnya sedikit.
  • Kegagalan adalah langkah wajar untuk mencapai kesuksesan.
  • Orang sukses biasanya adalah orang yang membumi dan sederhana dalam ucapan. Namun luar biasa dalam bertindak.
  • Berusahalah dengan hati yang tulus disertai dengan strategi jitu, sukses akan mengikuti.
  • Ingatlah orang sukses biasanya tahu akan ada kegagalan yang menyertai dalam setiap tindakan.
  • Proses merupakan langkah penting dan utama, sedangkan tujuan akhir hanyalah target.
  • Selalu mengingat kompetitor sebagai mitra kerja yang jujur, jangan pernah memfitnah dan menjelekan mereka.
  • Pakem yang ada memang patut dicontoh, namun jangan terpaku hanya pada satu cara, cari alternatif lain yang baik.