Bestprofit Futures Jakarta

Konsep asli dari Pokémon, seperti yang muncul dalam permainan video dan semua fiksional Pokémon secara umum, adalah mengadopsi hobi mengoleksi serangga, di mana hal itu pernah dilakukan oleh Satoshi Tajiri sewaktu ia masih kanak-kanak.

Dalam permainan video, pemain disebut sebagai Pokémon Trainer (id: pelatih Pokémon). Ada tiga tujuan umum yang harus dilakukan oleh setiap pelatih Pokémon untuk melengkapkan isi dari Pokédex. Pertama, Anda harus menangkap semua spesies Pokémon yang ada di sebuah region tempat Anda berada.

Kedua, Anda dituntut untuk mengembangkan spesies Pokémon yang Anda punya agar menjadi kuat dan kemudian bisa menang melawan penantang yang lain, dan tujuan tambahannya adalah mengalahkan Team Rocket. Ketiga atau terakhir, bila Pokémon yang Anda didik tersebut cukup kuat dari segi fisik dan teknik, Anda punya kesempatan besar untuk melawan pelatih terkuat, yang kemudian disebut Pokémon Master.

Semua hal tersebut ada dalam seluruh seri waralaba Pokémon, termasuk dalam permainan video, anime, manga, dan trading card.

Pokemon Go dianggap oleh sebagian besar orang sebagai gim menyenangkan untuk dimainkan. Meski begitu, beberapa negara di dunia justru skeptis menanggapi kehadiran permainan mobile besutan Niantic Labs ini.

Sebut saja Arab Saudi yang dikabarkan mengeluarkan fatwa larangan bermain Pokemon Go, meskipun kini telah dibantah. Lalu, Tiongkok yang menyebut Pokemon Go bisa mengungkapkan rahasia keamanan militer negaranya.

Kini giliran Rusia yang kabarnya menganggap Pokemon Go sebagai gim “iblis”. Seperti Bestprofit Futures Jakarta kutip dari Ubergizmo, Senin (1/8/2016), beberapa media di Rusia memberitakan pemerintah setempat menganggap bahwa Pokemon Go berpotensi digunakan sebagai alat untuk memata-matai negara beruang merah itu.

Pemerintah Rusia berasumsi bahwa aplikasi tersebut dibuat dengan keterlibatan badan inteligen Amerika Serikat CIA.

Seorang Mayor Jenderal Federal Security Service, Aleksander Mikhailov, membocorkan alasan Pokemon Go disebut “iblis” kepada kantor berita RIA Novosti.

“Bayangkan jika makhluk kecil itu (Pokeman) tak muncul di beberapa taman, tetapi di lokasi rahasia saat wajib militer, kemudian tentara mengambil fotonya dengan kamera. Ini artinya ada perekrutan tanpa paksaan. Ini adalah cara ideal bagi sebuah inteligen untuk menggali informasi,” kata Mikhailov.

Senior Russian Security Official Franz Klintsevich kepada kantor berita TASS mengatakan, dirinya merasa iblis datang melalui permainan ini dan mencoba menghancurkan Rusia dari dalam.

Tak hanya itu, dilaporkan pula bahwa untuk merespons gim tersebut, pemerintah telah membuat permainan yang memungkinkan penggunanya untuk menemukan tokoh-tokoh sejarah di sekitar Moscow.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)