TEMPO.CO , Jakarta:Organisasi Angkutan Darat mengatakan tarif bus non ekonomi untuk mudik lebaran 2014 akan naik maksimal 50 persen. Kenaikan disebut berada di kisaran angka 20-50 persen.

“Tapi berapa pastinya masing-masing itu hak prerogratif perusahaan. Kami cuma membatasi saja,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organda Eka Sari Lorena di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 3 Juni 2014.

Menurut Eka, kenaikan tarif itu berlaku dari H-7 hingga H+7 lebaran. Adapun untuk tarif bus ekonomi, kata Eka, kenaikannya sesuai dengan tarif batas atas yang telah diatur oleh Kementerian Perhubungan.”Untuk bus ekonomi pakai batas atas,” kata Eka.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 64 Tahun 2013, tarif batas atas untuk wilayah I (Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara), tarifnya maksimal Rp 161 per kilometer. Sementara untuk wilayah II (Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lainnya) Rp 179. Berdasarkan aturan tersebut, misalnya, tiket paling mahal Jakarta (Terminal Pulogadung) – Surabaya (Terminal Purabaya) yang berjarak 788 kilometer sekitar Rp 127 ribu.