Bestprofit Futures Jakarta

Jose Mourinho dan Pep Guardiola akan bertemu untuk kali pertama di ajang Liga Primer Inggris ketika Manchester United menjamu Manchester City di Old Trafford, Sabtu (10/9). The Special One memiliki rekor buruk jika menghadapi Guardiola di liga Bestprofit Futures Jakarta.

Berdasarkan data dari Reuters, Mourinho dan Guardiola sudah 16 kali bertemu di lima kompetisi berbeda: La Liga, Piala Raja, Piala Super Spanyol, Liga Champions, dan Piala Super Eropa.

Dari 16 pertemuan itu Guardiola mengantongi kemenangan lebih banyak, yakni tujuh kali. Sedangkan Mourinho hanya meraih tiga kemenangan, dan enam di antaranya berakhir imbang.

Menariknya, dari 16 pertemuan itu, Mourinho hanya mampu satu kali mengalahkan Guardiola di ajang liga. Satu-satunya kemenangan itu datang pada 21 April 2012. Ketika itu Real Madrid asuhan Mourinho mengalahkan Barcelona asuhan Guardiola 2-1 lewat gol Cristiano Ronaldo pada ajang La Liga.

Pertemuan pertama di liga dijalani Mourinho dan Guardiola pada November 2010. Pada pertemuan pertama di La Liga tersebut, Mourinho langsung mengalami kekalahan memalukan setelah Madrid tumbang 0-5 dari Barcelona di Santiago Bernabeu.

Total dari empat pertemuan di La Liga, Mourinho meraih satu kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah ketika berhadapan Guardiola bersama Barcelona.

Laga 21 April 2012 juga menjadi kali terakhir Mourinho mengalahkan Guardiola di semua kompetisi. Sementara pada pertemuan terakhir kedua pelatih tersebut, Guardiola yang melatih Bayern Munich berhasil mengalahkan Mourinho di Chelsea pada final Piala Super Eropa, Agustus 2013.

Duel keduanya terjadi paling sering di kompetisi Liga Champions, yaitu enam kali bertanding. Guardiola menang tiga kali, sementara Mourinho hanya satu kali di kompetisi level teratas di Eropa tersebut.

Jelang Derby Manchester, Raiola ikut memanaskan suasana dengan turut memberi komentar terhadap Guardiola. Bagi Raiola, Guardiola adalah sosok yang kurang menyenangkan di matanya.

“Saya tak menyukainya. Saya tak membencinya namun saya tak menyukainya.”

“Semua orang tahu apa yang terjadi pada Zlatan Ibrahimovic ketika dia berada di Barcelona,” tutur Raiola.

Ibrahimovic sempat hijrah ke Barcelona setelah sukses di Inter Milan. Namun di Barcelona, Ibrahimovic merasa tak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Alhasil, Ibrahimovic hanya bertahan satu musim dan hijrah ke Paris Saint-Germain.

Guardiola adalah pelatih yang bagus namun filosofi sepakbola miliknya membosankan menurut saya,” ucap Raiola.

Hubungan dengan Madrid

Kedekatan Raiola dengan United dipercaya jadi jalan sukses hadirnya Ibrahimovic dan Paul Pogba ke Old Trafford.

Sebelumnya Pogba sendiri sempat dikabarkan diincar oleh Real Madrid secara serius namun operasi tersebut gagal.

Raiola sendiri menyebut bahwa dirinya tak perlu berhubungan baik dengan seseorang untuk mendiskusikan proses transfer para pemain yang ada di bawah naungannya.

“Saya tak memiliki hubungan buruk dengan Florentino Perez karena sejatinya saya tak memiliki hubungan dengannya. Saya tak pernah berbicara dengannya,” kata Raiola.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)