Moneter ECB Longgar, Emas Makin Tak Berdaya

http://ekonomi.inilah.com

INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar US$9,8 per troy ons seirng penguatan dolar AS. Pemicunya, komitmen pelonggaran moneter dari European Central Bank (ECB).

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Jumat (7/11/2014) hingga pukul 13.08 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$9,8 (0,86%) ke posisi US$1.132,8 per troy ons.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas kembali mendapatkan tekanan turun siang ini. “Harga melampau level support kemarin US$1.137 per troy ons, meluncur ke area US$1.130 dan kini bergerak di kisaran US$1.133,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Tekanan turun harga emas ini, lanjut dia, didorong oleh penguatan dolar AS akibat komitmen kebijakan pelonggaran moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB). “Komitmen tersebut dilontarkan Presiden ECB, Mario Draghi, semalam,” ujarnya.

Tekanan turun masih membayangi pergerakan harga ini. Resisten terdekat di kisaran US$1.149. “Selama harga bergerak di bawah level ini, harga masih berpotensi melemah ke level US$1.127 yang merupakan level retracement 127,6% dari US$1.137-US$1.175) dan selanjutnya mungkin ke area US$1.115 per troy ons,” papar dia.

Sementara resisten terdekat berada di kisaran US$1.149. “Penguatan di atas resisten ini berpeluang membawa harga menguat ke area US$1.160-US$1.166,” tandas dia.

Pasar menunggu market mover penting hari ini yaitu data tenaga kerja AS: data Non-farm Payrolls (NFP), Tingkat Pengangguran dan Pendapatan Rata-Rata Per Jam. Non-farm Payrolls (NFP) AS akan menjadi fokus utama yang untuk Bulan Oktober ini diproyeksikan mengalami pertambahan 231 ribu pekerja.

“Hasil yang lebih bagus dari perkiraan bisa menambah penguatan dolar AS, yang artinya menekan harga emas,” imbuhnya. [jin]