Modus Pembajak Email Kuras Miliaran Rupiah di Indonesia

PT Bestprofit Futures – Syaifuddin Sayuti kaget bukan kepalang saat menerima pesan singkat beruntun dari rekan-rekannya. Semuanya menanyakan soal pinjaman yang dimintanya. Salah satunya bahkan mengaku telah mengirimkan Rp 500 ribu ke sebuah rekening.

“Saya panik, bingung, lemas seketika,” kata Syaifuddin, menceritakan kejadian dua tahun lalu, Pengajar di Kalbis Institute itu tak merasa pernah mengemis bantuan. bpf jakarta

Menurut rekan-rekannya, permintaan pinjaman disampaikan lewat Facebook miliknya. Syaifuddin makin bingung. Ia tidak pernah melakukannya. pt bestprofit

Setelah diingat-ingat, pria itu mengaku menemukan kejanggalan pada Selasa malam, 2 Februari 2015. Kala itu, akun Facebook dan Gmail miliknya tak bisa diakses. Hal tersebut terjadi sesaat setelah ia membuka tautan sebuah situs.

Ia ingat, ketika membuka link tersebut, ada perintah untuk memasukan nama pengguna Facebook, lengkap dengan kata sandi.

“Saya dapat link itu dari teman. Saya buka karena saya pikir ada informasi penting, jadi saya ikuti saja perintah dalam website itu,” tutur Syaifuddin.

Belakangan, pria yang tinggal di Jakarta itu sadar, ia jadi korban pembajakan email (email hijacking). Pelaku, yang memegang penuh kendali email dan akun Facebook miliknya, kemudian menyalahgunakannya untuk meminta rekan-rekannya mengirim uang ke sebuah rekening.

“Akhirnya saya minta tolong untuk diumumkan bahwa akun Facebook saya dibajak orang,” ucap laki-laki yang aktif di media sosial itu.

Ia juga membuka ruang diskusi di blog terkait musibah yang baru saja ia alami. Ternyata banyak orang yang mengalami kejadian serupa. “Jadi polanya circle, memang menyasar teman-teman terdekat,” kata Syaifuddin.

Jangan salah kira, bukan hanya para pemilik akun pribadi yang jadi target. Kerugian akibat pembajakan email ternyata bisa terjadi dalam skala besar, melibatkan jaringan internasional, dan menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Subdit Cyber Crime, Polri membeberkan sebuah kasus besar yang menggunakan modus pembajakan email di Indonesia. Perkara ini tidak pernah terekspose secara luas di media massa.

Iptu Ericson Siregar, penyelidik yang ikut menguak kasus tersebut, menyebut nama sebuah perusahaan yang rugi besar akibat pembajakan email. Sebut saja dengan inisial PT IFA.

Menurut, Iptu Ericson, PT IFA melakukan transaksi bisnis dengan sebuah perusahaan asal China yang berkedudukan di Irak, pada 30 September 2015.

Nilai transaksinya mencapai US$ 202.539,05 atau berdasarkan kurs saat itu nilainya mencapai Rp 2,9 miliar.

PT IFA menagih uang pembelian silikon mangan tersebut ke sebuah perusahaan perantara di Hong Kong. Tagihan dikirim lewat email. Komunikasi pun terjalin.

Namun, pada pukul 15.00 WIB, PT IFA menerima dua surat elektronik, atas nama perusahaan perantara, yang menginformasikan bahwa uang telah ditransfer ke nomor rekening yang diminta.

Anehnya, alamat email keduanya berbeda, nomor rekening yang tercantum pun berbeda. Satu milik PT IFA, lainnya atas nama PT Bangun Empati Sukses Terjadi. best profit

Saat saldo rekening dicek, tak ada penambahan uang sesuai nominal yang telah disepakati. Kisruh pun terjadi, spekulasi bermunculan. “Akhirnya timbul ketegangan di antara dua perusahaan yang sebelumnya saling percaya,” kata Iptu Ericson Siregar. Pihak PT IFA kemudian melapor ke polisi. bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )