http://techno.okezone.com

CALIFORNIA – Misteri usia dari kerangka manusia purba yang ditemukan pada tahun 1994 lalu, serta diklaim sebagai kerangka dari manusia pertama yang hidup di Bumi, kini terpecahkan. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa kerangka tersebut telah berusia 3,67 juta tahun.

Sebelumnya kerangka manusia purba ini ditemukan di wilayah Afrika Selatan pada tahun 1994, kerangka tersebut diyakini adalah bagian dari keluarga primata dengan nama ilmiah Australopithecus Prometheus. Demikian seperti dikutip dari Mirror, Senin (6/4/2015).

Para ilmuwan berdebat mengenai usia dari kerangka manusia yang ditemukan tersebut, bahkan diyakini usia kerangka Little Foot itu telah berusia 2 hingga 4 juta tahun. Jauh lebih muda dari yang diketahui umur asli kerangka, setelah dilakukan proses penelitian.

Usia dari kerangka itu sendiri diketahui dari hasil penelitian para ilmuwan dengan menggunakan teknik radioisotop, menggunakan beberapa sampel bebatuan dari fosil yang membantu yang ikut terkubur di bawah tanah. Isotop radioaktif diklaim dapat memberikan informasi akurat dengan melalui screening dari bahan alumunium-26 dan berilium-10.

Sensor radiostop kemudian mengukur degradasi yang memungkinkan batu untuk memuat informasi mengenai situs yang sudah ada sejak 160 ribu tahun.

“Kami hanya memiliki sejumlah kecil situs dan kita cenderung untuk mendasarkan skenario evolusi kita pada beberapa fosil yang kita miliki dari situs tersebut,” jelas Ronald Clarke, Profesor Studi Evolusi di Universitas Witwatersrand di Afrika Selatan.

Lebih jauh ia menerangkan, temuan baru ini mengingat juga bahwa banyak spesies Australopithecus hidup hingga daerah yang lebih luas di luar Afrika.