Bestprofit Futures Jakarta

Kijang emas di belantara Kalimantan bikin penasaran. Kabarnya, hewan langka ini hidup di kawasan hutan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Namun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan belum bisa memastikan keberadaan satwa unik itu.

“Sampai saat ini belum ada foto atau video yang mampu merekam keberadaan satwa yang disebut-sebut hidup di wilayah Kalimantan Selatan ini,” kata Kepala Seksi Konservasi BKSDA Kalimantan Selatan, Ridwan Effendi di Banjarmasin, Kalsel, seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2016).

Dia mengakui, memang banyak cerita dari mulut ke mulut tentang keberadaan satwa liar itu. Bahkan, kata dia, beberapa warga mengaku sempat menemui kijang emas. Hanya saja, tak ada satu pun foto yang autentik yang memastikan bentuk atau keberadaan satwa itu. Lain halnya dengan kelinci Sumatera yang juga berbulu keemasan, tetapi ada fotonya.

BKSDA, kata Ridwan, nantinya mencoba memasang kamera khusus yang mampu merekam keberadaan kijang emas, satwa yang menjadi perbincangan di kawasan Hutan Peleihari.

Berdasarkan catatan, kijang emas atau juga disebut kijang kuning (Muntiacus atherodes) sering dijumpai warga di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan.

Secara morfologi, pada bagian atas (punggung) satwa liar ini berwarna merah kekuning-kuningan dengan sebaran kepirang-pirangan di sepanjang bagian tengah, terutama leher/tengkuk. Sementara bagian bawah (perut) pucat kekuning-kuningan.

Ekor bagian atas berwarna cokelat gelap dan kuning agak kecil serta ramping dengan tinggi bahu 50 cm. Ukuran panjang dari kepala dan badan (tidak termasuk panjang ekor) 86-92 cm dengan berat 13,5-17,7 kg.

Tanduknya tidak memiliki cabang dengan panjang 1,6-4,2 cm dan panjang tangkai tanduk 6,5-8,7 cm.

Gonjang ganjing adanya kehidupan kijang emas atau juga disebut kijang kuning (Muntiacus atherodes) di kawasan Pegunungan Meratus wilayah Kalimantan Selatan sering terdengar, tetapi agak sulit membuktikan keberadaan satwa tersebut.
Walau dari cerita dari mulut ke mulut konon berasal dari tetua warga setempat membenarkan adanya satwa khas tersebut, namun pihak instansi yang berwenang di provinsi ini tak ada satu yang mengulas tentang kijang tersebut.
Bahkan sebuah tulisan yang dilansir oleh media Dinas Kehutanan Tabalong Kalimantan Selatan, yang mengutip keterangan menteri kehutanan menyebutkan bukan tidak ada tetapi tak terbukti ada binatang yang banyak membuat orang penasaran ingin melihatnya itu.
Pernyataan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel yang menugaskan tim kecil untuk mencari keberadaan kijang kuning di bagian selatan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dan tidak ditemukan jejak ataupun wujudnya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)