http://www.kumpulanmisteri.com

Kematian matahari dalam Al-Qur’an sebenarnya sudah tertulis jelas bahkan jauh sebelum para peneliti dan ilmuwan mengetahui fakta bahwa suatu saat bintang bernama matahari yang menjadi pusat dari tata surya kita akan memutuskan untuk mundur dan beristirahat, meninggalkan semua dalam gelap dan dingin sehingga membawa kehancuran besar-besaran pada tata surya kita. Tapi ternyata dari orang Islam sendiri banyak yang tidak mengetahui hal ini, jadi kita akan lebih baik jika mau membahasnya secara mendetil.

Kematian matahari sebagai pusat tata surya adalah hal yang pasti. Hal ini disebabkan karena matahari adalah bintang, dan seperti bintang-bintang lain mereka memiliki masa hidup masing-masing. Matahari kini ada pada tingkat 4 dalam masa hidup matahari dimana ia sedang dalam kondisi diam tidak membesar dan bersinar, atau biasa disebut Main Sequence Star. Sebuah bintang biasanya akan ada pada bentuk ini selama kira-kira 10 miliar tahun, atau selama seluruh hidrogen yang dimiliki masih belum menjadi helium.
Setelah menunggu cukup lama sampai seluruh hidrogen yang dimiliki berubah menjadi helium sekitar 10 miliar tahun lebih atau kurang, misteri kematian matahari baru berlanjut dimana helium tadi mulai kembali membengkak, sehingga di dalam cangkang dari bintang tersebut mulai terjadi banyak reaksi. Inti dari bintang tadi cukup panas sehingga helium bisa menggabung dan berubah menjadi karbon, lalu bagian luarnya mulai kembali mengembang dan mendingin, juga mengeluarkan cahaya yang tidak lagi seterang sebelumnya. Nama bintang dalam fase ini adalah Raksasa Merah.
Setelah nanti menjadi raksasa merah, helium pada inti dari bintang akan habis dan lapisan luar bintang tadi mulai menyebar dan membuat sebuah cangkang dari gas yang disebut Planetary Nebula, bentuknya mirip seperti setangkai mawar. Inti dari bintang tersebut berubah menjadi Kurcaci Putih sebelum akhirnya mendingin dan redup, dan ketika berhenti bersinar sama sekali menjadi Kurcaci Hitam.
Surat Dalam Al-Qur’an yang Menjelaskan Mengenai Kematian Matahari
Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa memang Al-Qur’an juga sempat menjelaskan bahwa matahari tidak akan hidup selamanya. Hal ini tertulis pada surat Yasin di ayat ke-38 yang arti pada ayat tersebut adalah matahari suatu saat akan pergi ke tempat dimana ia akan beristirahat, dan hal tersebut adalah keputusan yang dibuat oleh Allah SWT yang memang maha kuasa, maha besar dan maha mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta yang dibuat sendiri olehNya tanpa bantuan.
Dalam ayat tersebut terdapat kata “limustaqarrin” yang artinya bisa merujuk kepada sebuah tempat atau waktu tertentu. Ada juga kata “tajrii” yang artinya bisa diterjemahkan sebagai berjalan, bergerak, mengalir, hingga bertindak cepat. Mungkin arti dari ayat tersebut adalah Matahari akan terus bergerak, hingga saat dimana ia harus berhenti. Perhentian matahari ini juga ada pada Al-Qur’an tepatnya pada surat at-Takwir ayat pertama yang arti potongannya adalah saat matahari kemudian dipadatkan di tempat gelap.
Seiring dengan perkembangan umur dari matahari, temperatur yang ada pada permukaannya juga akan semakin panas, belum lagi ukurannya yang membesar saat menjadi raksasa merah bisa menghancurkan bumi terlebih dahulu. Hal ini baru belakangan diketahui oleh orang-orang yang berkutat dalam sains padahal sebenarnya sudah dijelaskan mengenai misteri kematian matahari dalam Al-Qur’an.