http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, New York – Harga emas tidak banyak bergerak pada perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) karena menunggu sentimen dari pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip The Bullion Desk, Kamis (9/4/2015), harga emas di pasar spot berada di kisaran US$ 1.209 per ounce hingga US$ 1.210 per ounce. Harga tersebut tidak banyak berubah dibanding dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Para pelaku pasar masih menunggu gerak dari nilai tukar dolar Amerika Serikat. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi terkait dengan gerak kurs dolar AS jika dikaitkan dengan pengumuman hasil pertemuan Bank Sentral AS yang telah dilakukan pada Maret lalu.

Kemungkinan pertama dolar AS akan menguat jika pelaku pasar mengartikan sinyal yang diberikan oleh Bank Sentral AS menunjukkan jika dalam waktu dekat akan melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.

Kemungkinan kedua dolar AS akan melemah jika pelaku pasar mengartikan sinyal yang diberikan oleh Bank Sentral AS menunjukkan jika suku bunga tidak akan naik pada tahun ini.

Pelaku pasar sendiri melihat bahwa data ekonomi terakhir mengenai tenaga kerja di AS belum bisa mendukung kebijakan pengetatan moneter. Pada akhir pekan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pertambahan jumlah tenaga kerja yang mendapat bayaran pada sektor di luar pertanian (nonfarm payrolls) hanya meningkat 126 ribu tenaga kerja saja. Jauh di bawah perkiraan awal yang ada di level 247 ribu tenaga kerja.

Analis FastMarkets, William Adams menjelaskan, para pelaku pasar sedang menanti gerak dari dolar AS. “Sebagian besar dari pelaku pasar memilih berhati-hati dalam melakukan transaksi pada hari ini,” jelasnya.

Pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta), harga emas beringsut turun seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan saham global. Selama ini, ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga AS membuat harga emas tidak jauh dari posisi tertinggi dalam tujuh minggu terakhir yaitu berada di kisaran US$ 1.200 per ounce.

Pada Rabu (8/4/2015), harga emas turun 0,5 persen menjadi US$ 1.208,55 per ounce. Sementara harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,7 persen menjadi US$ 1.210,60 per ounce.

Harga emas sempat mencetak level tertinggi sejak 17 Februari di posisi US$ 1.224,10 per ounce, didukung melemahnya dolar AS setelah data nonfarm payrolls AS memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS bisa menunda pengetatan kebijakan moneter di tahun ini. (Gdn)