Menko Darmin: Surplus Neraca Perdagangan Harus Dijaga

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10). Kebijakan ISRM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan efektifitas pengawasan dalam proses ekspor-impor.

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Mei 2019 mengalami surplus sebesar USD 0,21 miliar. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan April 2019 yang defisit sebesar USD 2,5 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, surplus tersebut masih ditopang oleh surplus di sektor nonmigas. Surplus nonmigas kemudian menutupi defisit neraca perdagangan migas.

PT Bestprofit Futures – Diketahui berdasarkan data BPS, pada komoditas nonmigas tercatat surplus sebesar USD 1,18 miliar. Sedangkan, migas mengalami defisit sebesar USD 977,8 juta.

“Ekspor memang naik relatif tinggi sehingga nonmigas surplusnya ya cukup menutup defisit di migasnya,” ungkapnya saat ditemui, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dia mengakui bahwa surplus neraca perdagangan merupakan perkembangan yang cukup positif. Meskipun demikian, mantan Gubernur BI ini menganggap nilai surplus neraca perdagangan yang terjadi pada bulan Mei 2019 masih harus dijaga kinerja agar dapat terus berlanjut ke waktu yang akan datang.

“Masih sulitlah untuk mengatakan akan terus apa tidak, tetapi ini perkembangan yang baik,” tandasnya.

Neraca Perdagangan RI Surplus USD 0,21 Miliar di Mei 2019