Menguatnya Dolar, Surga bagi Turis Paman Sam

viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

VIVAnews – Akhir pekan lalu indeks dolar Amerika Serikat mencapai level tertinggi sejak Maret 2009. Nilai tukar dolar AS melonjak, terutama terhadap mata uang negara-negara Eropa dan Asia.

Tentu saja, ini menjadi surga bagi turis AS yang ingin menghabiskan libur akhir tahunnya ke luar negeri. Penguatan dolar membuat biaya wisata dan harga barang di negara-negara Eropa dan Asia lebih terjangkau bagi mereka.

Dikutip dari laman CNBC, Senin 22 Desember 2014, pelemahan mata uang mitra dagang utama AS akan membuat mereka kesulitan untuk membayar utang dengan mata uang dolar.

Namun, di sisi lain, gejolak ekonomi global justru menjadi waktu yang tepat bagi warga AS untuk menikmati liburan, menikmati segelas anggur dan belanja di toko-toko seperti Beijing, Paris, atau Tokyo.

Tahun ini menjadi tahun yang buruk bagi mata uang negara-negara Eropa, yakni telah melemah lebih dari 10 persen terhadap dolar AS. Selama beberapa bulan, tercacat transaksi yang lumayan besar, seperti pembelian sepatu kulit di Italia dan peningkatan penyewaan kastil selama beberapa malam di Irlandia.

Liberty Travel, salah satu biro perjalanan mengatakan, Italia dan Irlandia memang menjadi tujuan utama wisatawan Amerika. Beberapa wisatawan juga tertarik menikmati keindahan dan ketenangan sungai di Eropa.

“Penjelajahan melalui sungai sambil menikmati keindahan kota dan ketenangan belakangan ini memang menjadi bisnis yang berkembang pesat, banyak wisatawan tertarik dengan hal itu. Selain itu, karena jarak AS dan Eropa lumayan dekat,” ujar Carla Caccavale Reynolds dari Liberty Travel kepada CNBC.

Selain itu, mata uang dolar Australia juga tergelincir lebih dari 10 persen terhadap dolar AS. Ini menjadi anugerah bagi pariwisata Australia.

Saat ini, terdapat peningkatan perjalanan ke Australia sebanyak 16 persen dan pengeluaran untuk perjalanan naik 7 persen.

Laporan dari Tourism Australia menuturkan meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Australia menyebabkan kepercayaan konsumen di negara itu terus menguat.

Menguatnya nilai tukar dolar terhadap yen, juga menguntungkan pariwisata Jepang. Japan National Tourism Organization mengungkapkan, saat ini jumlah kunjungan turis asal Amerika ke Jepang naik 20 persen.

Keuntungan terbesar dirasakan oleh jasa penginapan. Adapun, tujuan favorit para turis adalah Tokyo dan Kyoto.

Dolar diperkirakan akan tetap dominan pada 2015 dan warga AS diprediksi akan memanfaatkan momen itu

PT. BESTPROFIT FUTURES