http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Saat ini, marak beredar di media sosial gerakan mendukung sesuatu, atau seseorang dan pihak lain mencelanya. Persis seperti perang batu, hanya bentuknya Facebook atau Twitter.

Bestprofit Futures Jakarta

Memang, kelihatannya puas saat Anda merasa membalas perbuatan buruk orang lain. Atau, merasa mengimbangi perbuatan buruk orang lain. Biar berimbang, katanya.
Akhirnya sikap ini, sikap menuntut keadilan menutup buta mata Anda akan rezeki. Mengapa? Bila reaksi Anda jahat dilawan jahat, maka senantiasa fokus Anda pada pihak musuh. Tidak ada gunanya dalam pintu rezeki bukan?
Padahal, rezeki timbul dari perbedaan. Dulu perdagangan Jalur Sutra mulai dari China ke Selat Malaka, Padang, Penang, Kuala Lumpur, sampai India ke Arab, dan Turki sampai Hongaria, semuanya berdagang dengan pihak lain yang berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dapati seseorang yang bekerja keras siang dan malam bahkan rela menggadaikan waktu mudanya untuk bekerja dan bekerja. Kayakah dia ? Semakin keras dia bekerja, semakin banyak pula kebutuhan hidup yang perlu dicukupi. Tapi mengapa ada juga seseorang yang kerjanya santai, tapi kehidupannya makmur, ekonominya cukup. Dimanakah letak kesalahannya ?

Seringkali dalam mencari rezeki, kita terlalu ambisius bahkan rela menempuh cara-cara kotor untuk memuluskan jalan. Namun yang terjadi, justru inilah awal dari kegagalan diri kita sendiri. ibarat kita menggali lubang untuk kita masuki sendiri. Maksud hati ingin mendapatkan yang lebih baik, namun yang terjadi akhirnya kita sendiri yang masuk ke dalam lubang yang telah kita ciptakan sendiri.

Jika kebiasaan ini sering kita lakukan, maka itu akan menjadi sebuah kebiasaan buruk yang dapat merugikan orang lain. Jika orang lain telah dirugikan dan dikecewakan, maka tentu saja akan menumbuhkan rasa benci. Nah, dari sinilah pintu rezeki akan semakin tertutup dan seret Bestprofit Futures Jakarta.

 

Apa kunci seseorang bisa santai namun kebutuhan hidup bisa tercukupi dengan baik ?

Kunci sederhana seseorang bisa hidup santai dan tidak ngoyo, sedangkan segala kebutuhan hidup dapat tercukupi dengan baik terletak pada rasa syukur terhadap setiap pencapaian yang telah berhasil. Dengan bersyukur, maka dapat mencegah sikap ambisius yang menyala-nyala. Mungkin ambisi untuk mencapai apa yang diinginkan tetap ada. Namun jika telah dilandasi dengan perasaan cukup dan syukur. Maka kita cenderung akan menghindari cara-cara yang tidak terpuji. Sehingga setiap apa yang kita peroleh menjadi rezeki yang penuh berkah.

 

Lalu bagaimana cara membuka pintu rezeki seret ?

Cara membuka pintu rezeki yang seret dapat kita mulai dari diri kita sendiri. Misalnya, dengan melakukan kebaikan kepada orang lain. Mengubah pola pikir yang tadinya terlalu ambisius terhadap harta dunia. Menghormati hak-hak orang lain dan mengutamakan persahabatan. Karena dengan kita memiliki sahabat yang banyak, maka segala kebutuhan kita akan terasa begitu mudah. Orang lain akan dengan senang hati membantu kita, bahkan tanpa kita minta sekalipun.

Kalau tidak berbeda, darimana jalurnya merica, pala, tembakau, cengkeh. Teh dari Maluku sampai London.
Jadi, kemakmuran berlandaskan perdagangan. Perdagangan berazaskan pluralisme dan toleran. Dulu, setiap pedagang Arab harus melalui Kota Batu Petra yang diukir dari bukit batu menjadi istana.
Melalui jalur sempit seperti Grand Canyon, melewati Pelabuhan Gaza yang sekarang menjadi area perang.
Semua membawa sutra. Karena itu pula, Muslim masuk Indonesia dari jalur perdagangan dengan China dan Arab.
Karena itu, pintu rezeki akan terbuka dengan sikap keikhlasan. Sejarah membuktikan, karena pintu rezeki dibuka dengan sikap memberi.
Tanpa memberi, maka Anda seperti semut kehilangan tracking feromon.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)