http://www.merdeka.com

Merdeka.com – Laporan UBS Wealth Management and PricewaterhouseCoopers mengungkap bahwa China mencetak setidaknya satu orang kaya baru tiap minggu (7 hari) selama kuartal I-2015. penciptaan orang kaya di China didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat serta kuatnya pasar modal dalam 15 tahun terakhir.

Direktur Pelaksana UBS, Francis Liu mengatakan kekayaan di China banyak dicetak dari sektor real estate, teknologi, kesehatan dan industri komponen lainnya. Tahun 2014 ada sekitar 200 orang kaya di China, sedangkan di Amerika ada sekitar 570 orang kaya.

Peningkatan data angka orang kaya di China secara tidak langsung akan mengubah data orang kaya Asia. Asia berpotensi menjadi wilayah yang menyimpan orang kaya terbanyak di planet. pasalnya, orang kaya Asia masih jauh lebih muda dibanding orang kaya negara lain. Selain itu, laporan UBS mengatakan, 25 persen orang kaya Asia berhasil karena usaha sendiri dan bangkit dari kemiskinan. Sedangkan di Amerika hanya 8 persen saja orang kaya berkat usaha sendiri.

“Kami sangat optimis bahwa dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, jumlah orang kaya Asia akan melampaui Amerika. Peluang pertumbuhan sangat tinggi,” ucap Francis Liu seperti dilansir dari CNN di Jakarta, Rabu (27/5).

Ke depan, perencanaan perumahan akan menjadi kunci mempertahankan kekayaan bagi dua per tiga orang kaya yang sudah berusia di atas 60 tahun. Mereka akan mencari dan melestarikan kekayaan mereka pada generasi mendatang.

Dalam laporan ini juga, orang kaya China disebut sangat dermawan dan suka beramal. “Orang kaya China banyak menggunakan kekayaan mereka untuk kembali memberi. Generasi lebih tua banyak yang fokus pada amal dan kedermawanan mereka di bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara generasi muda lebih fokus pada isu-isu sosial, seperti mendukung masyarakat kurang mampu,” katanya.