http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Banyak orang mengenal uang sebagai upah hasil kerja. Namun, kenyataannya gaji tidak pernah membuat seseorang menjadi kaya.

Gaji bersifat periodik, ada yang bulanan dan ada yang tahunan, semuanya periodik. Gaji untuk belanja dan dihabiskan. Lalu, dari mana perhitungannya untuk menjadi kaya?
Berarti, ada faktor lain selain gaji yang membuat sesorang kaya. Ibarat petani, tidak setiap musim panen membuatnya kaya.
Kadang, panen harganya tidak Bagus, atau harganya bagus tapi panennya gagal. Ada masa panen yang betul-betul menguntungkan.
Jadi, periodenya tidak bisa diramal. Namun, dalam jangka panjang kemungkinan ada.
Ibarat grafik detak jantung, kemungkinan seseorang menjadi kaya adalah satu-dua kali seperti saat kena setrum alat pacu jantung, atau untuk pasien yang mendapat bantuan pernapasan buatan (CPR).
Ibarat grafik gempa, sepanjang umur Anda mungkin grafiknya datar. Saatnya, gempa grafiknya melonjak.
Daripada menunggu grafik gempa, lebih baik mempelajari relationship (hubungan) dengan orang kaya. Pihak orang kaya yang menjadi pemicu grafik gempa.
Mengapa? Karena tidak seperti gaji, orang kaya memiliki grafik mencuat beberapa kali. Bentuknya capital gain (modal bertambah). Uang capital gain ini seperti petir. Jarang, namun voltasenya besar.
Beberapa orang mendapatkan capital gain dari spekulasi properti. Tetapi, faktor ini kemungkinan terjadi bila ada gelombang besar properti biasanya setiap 15-20 tahun.
Kesimpulannya, baik grafik penghasilan kita naik seperti detak jantung, atau gempa, atau gelombang besar properti, semua butuh waktu lama. Tetapi, ibarat meteor. Lebih baik meramal orbit meteor walaupun tidak pasti, daripada tidak siap, atau tidak tahu.