Mencari penghasilan tambahan dengan santai

http://personalfinance.kontan.co.id

Banyak cara untuk mencari tambahan penghasilan bagi keluarga. Budi Raharjo, perencana keuangan dari One Shildt Consulting, menyebut ibu rumahtangga bisa merintis bisnis sesuai dengan hobinya.

Kalau merintis bisnis sesuai hobi atau minat maka dapat dijalani dengan lebih santai. Selain itu, “Jika merintis bisnis yang sejalan dengan hobi, diharapkan jika ada tantangan ke depannya bisa tetap semangat menghadapinya,” timpal Rakhmi Permatasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan.

Seorang ibu rumahtangga juga tidak perlu sampai memutar otak untuk mencari pasar. Sebagai awalan, tawarkan produk tersebut pada keluarga, teman, dan tetangga. Setelah bisnis berjalan stabil dan mulai memberikan keuntungan, barulah si pelaku bisnis bisa memperluas target pasar.

Keuntungan yang diperoleh dari berbisnis model ini nantinya bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga jangka pendek. Sedangkan untuk kebutuhan keluarga jangka panjang, dana yang ada bisa diinvestasikan di produk seperti saham, reksadana, emas, dan properti. Maklum, produk-produk itu memberi imbal hasil besar kalau berdurasi panjang.

Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul menyebut, jenis investasi jangka panjang ini harus disesuaikan dengan besar dana investasi yang dimiliki. Bila penghasilan keluarga tidak terlalu besar dan dana investasi terbatas, sebaiknya keluarga tersebut berinvestasi di instrumen investasi yang likuid. “Misalnya tabungan atau reksadana pasar uang,” ujarnya.

Sedangkan keluarga yang memiliki dana besar dengan tujuan keuangan jangka panjang bisa berinvestasi di instrumen berisiko lebih tinggi, seperti saham. Tentu saja, imbal hasilnya juga lebih besar.