Bestprofit Futures Jakarta

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sedang memasuki  masa percepatan pertumbuhan kinerja keuangan  hingga beberapa tahun mendatang. Lonjakan pertumbuhan bakal ditopang sejumlah faktor eksternal dan internal.

Kuatnya pertumbuhan tersebut sudah terlihat dalam laporan kinerja keuangan perseroan sepanjang kuartal I-2016. Bahkan, pencapaian tersebut telah melampaui estimasi kinerja yang ditetapkan CIMB Securities.

Analis CIMB Securities Maureen Natasha dan Linda Lauwira mengatakan, pertumbuhan pendapatan (disposable income) masyarakat bersamaan dengan penguatan brand produk menjadi kunci utama percepatan pertumbuhan kinerja keuangan Mayora dalam beberapa tahun mendatang.

“Investasi perseroan dalam lima tahun terakhir untuk penguatan branding dan distribusi bersamaan dengan peningkatan pendapatan masyarakat bakal mempermudah perseroan untuk menangkap pertumbuhan pasar,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

CIMB Securities menyebutkan, sejumlah alasan eksternal, yaitu rendahnya inflasi yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat, ekspektasi pertumbuhan pendapatan domestik bruto (GDP), dan berjalannya jaminan sosial yang diharapkan berdampak positif terhadap perseroan.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Mayora adalah menjalankan usaha dalam bidang industri, perdagangan serta agen/perwakilan. Saat ini, Mayora menjalankan bidang usaha industri biskuit (Roma, Danisa, Royal Choice, Better, Muuch Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy, Chees’kress.), kembang gula (Kopiko, KIS, Tamarin dan Juizy Milk), wafer (beng beng, Astor, Roma), coklat (Choki-choki), kopi (Torabika dan Kopiko) dan makanan kesehatan (Energen) serta menjual produknya di pasar lokal dan luar negeri.

Pada tanggal 25 Mei 1990, MYOR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYOR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp9.300,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 Juli 1990.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)