Bestprofit Futures Jakarta

http://bisnis.news.viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

Sebelum menikah, ada baiknya dibicarakan dulu soal ini.

VIVA.co.id – Saat masih pacaran, Anda dan pasangan tentu bebas memilih untuk menggunakan uang pribadi. Namun, setelah menikah, saatnya untuk menyatukan penghasilan dan saling berdiskusi untuk membelanjakannya.

Karena sebagai suami-istri, Anda tidak lagi dapat bertindak sendiri-sendiri.
Berikut merupakan beberapa kiat yang dapat dilakukan demi pengelolaan keuangan yang baik.
1. Bicarakan sebelum menikah
Memang, berbicara tentang keuangan butuh sedikit keseriusan, dan tidak banyak pasangan yang menghindar dari pembicaraan ini karena khawatir menyinggung pasangannya.
Namun, sebetulnya perencanaan keuangan merupakan sesuatu yang rasional dan akan memberi kebaikan untuk kedua belah pihak.
Hati-hati untuk tidak dianggap menngincar harta keluarga pasangan dan juga untuk tidak meremehkan. Bicarakan mengenai penghasilan, pembagian penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga, kesepakatan untuk membuat rekening bersama untuk pernikahan, tabungan, dan sebagainya.
Sepakati pula berapa banyak dana yang akan rutin ditabung dan berapa kontribusi masing-masing orang.
Kemudian, perlu juga dibahas mengenai aset dan kewajiban. Aset merupakan harta-harta yang sudah Anda miliki sebelum menikah seperti tanah, kendaraan, rumah, dan lainnya.
Tujuannya, adalah agar kedua belah pihak menyadari realita kondisi pasangan. Dari kondisi ini kemudian dapat dibuat perencanaan keuangan yang cocok.
Di sisi yang lain, bicarakan juga mengenai utang yang dimiliki masing-masing. Tidak sedikit pasangan yang kemudian bermasalah saat tahu bahwa pasangannya memiliki utang dalam jumlah cukup besar.
Yang terakhir, perlu dibahas ialah mengenai kebiasaan. Bicarakan dengan pasangan apakah Anda termasuk orang yang tidak bisa berhemat dan menabung atau Anda justru pandai menabung.
Dengan saling jujur, maka kalian akan dapat mengelola keuangan dengan baik nantinya.
Alokasikan
Alokasikan dana yang Anda berdua miliki untuk empat hal, yakni konsumsi, tabungan, proteksi, dan investasi, berapapun nilai penghasilan yang kalian miliki.
Jika pendapatan ternyata hanya cukup untuk konsumsi, artinya ada ketidaksiplinan menerapkan perencanaan keuangan.
Idealnya, 50 persen penghasilan digunakan untuk konsumsi, dan sisanya dibagi sebagai tabungan, investasi, dan proteksi.
Namun, tidak semua orang dapat melakukan seperti ini. Banyak yang kemudian mentoleransi dengan konsumsi yang tidak lebih dari 70 persen serta sisanya untuk tabungan, proteksi, dan investasi.
Bagi keluarga muda, proteksi adalah sesuatu yang sangat penting. Memang tidak mudah untuk mendanai asuransi kesehatan, jiwa, dan pendidikan.
Namun, Anda dan pasangan akan tetap aman untuk hidup di masa depan. Apalagi, memiliki anak yang lebih dari satu, maka sebaiknya semua anak diikutkan asuransi pendidikan. Baca Juga: Dapatkan Dana Sampai 250 Juta dengan KTA QNB
2. Hilangkan ego
Saat Anda memutuskan hidup bersama pasangan, sesungguhnya tidak ada lagi hak untuk melakukan apapun dalam koridor kepentingan diri sendiri.
Semua yang Anda lakukan akan berdampak pada pasangan Anda. Begitupun soal uang. Anda mungkin ingin membeli barang koleksi dalam waktu dekat, namun pasangan Anda mungkin saja berpikir untuk menggunakan uang tersebut untuk hal lain seperti menabung atau memperbaiki rumah.
Cobalah untuk tetap terbuka dan berdiskusi langkah apa yang seharusnya kalian berdua tempuh untuk kebaikan bersama.
Selesaikan setiap masalah bersama-sama agar nantinya tidak menjadi bahan pertengkaran antara suami dan istri. Baca Juga: Manfaat Investasi Meski Dalam Skala Kecil
3. Tetapkan tujuan keuangan
Sebuah keluarga biasanya memiliki tujuan keuangan masing-masing, seperti membeli rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, berlibur ke luar negeri, membeli mobil, atau impian-impian lainnya yang membutuhkan dana cukup banyak.
Untuk itu, diperlukan pengelolaan yang baik dari suami dan istri. Walaupun mungkin pendapatan masing-masing berbeda, masih sangat mungkin direncanakan bersama untuk mencapai tujuan keuangan.
Mulailah memikirkan berapa dana yang kalian butuhkan untuk impian tersebut, lalu mulailah mencicil sejak dini. Baca Juga: Jenis Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang yang Menguntungkan
4. Menghargai pasangan
Anda dan pasangan tentu saja mempunyai hobi tertentu, yang berbeda satu sama lain. Hargailah pasangan jika ingin membelanjakan penghasilannya untuk hobi pribadi, asalkan kalian tetap membicarakannya berdua dan tidak main rahasia keinginan membeli suatu barang yang sifatnya untuk pribadi.
Dengan begitu Anda dan pasangan akan lebih jujur terhadap kondisi keuangan dan pengelolaan pun lebih lancar dilakukan.
Semua ada di tangan Anda dan pasangan
Itulah kiat-kiat dalam mengelola keuangan antara suami dan istri. Satu hal yang terpenting adalah saling percaya dan jadilah diri yang bisa dipercaya.
Selanjutnya, bagaimanapun pengelolaannya, sukses secara finansial sudah di tangan Anda berdua. Baca Juga: Tidak Akan Kecewa Dengan Motor Yamaha R15

PT. BESTPROFIT FUTURES

 

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)