http://economy.okezone.com

NEW YORK – Lima CEO wanita terbaik di Amerika Serikat (AS) ini berhasil membuat harga saham perusahaan yang dipimpinnya menjadi meroket dan memberikan keuntungan untuk para investornya.

Untuk mendapatkan nama-nama CEO wanita dengan kinerja paling positif, dianalisa kinerja saham 24 perusahaan yang masuk dalam indeks S&P 500 yang dipimpin oleh CEO wanita.

Seperti dilansir dari CNN, Rabu (1/4/2015), berikut ini daftar CEO wanita yang berhasil melambungkan harga saham perusahaannya dengan signifikan.

1. Maggie Wilderotter, CEO Frontier Communications

Dia adalah sosok yang ahli dalam bernegoisasi, khususnya dalam akuisisi. Baru-baru ini, dia berhasil mengakuisisi Verizon, perusahaan yang menyajikan voice, broadband dan video senilai USD10,5 miliar. Padahal, nilai perusahaan Frontier sendiri hanya USD7,4 miliar.

Investor akan merasa sangat kehilangan dia, pasalnya dia berencana mundur dari CEO ada April 2015. Harga saham Frontier telah naik sebesar 64 persen (year on year/yoy).

2. Phebe Novakovic, CEO General Dynamics

Jika kehidupan Phebe Novakovic difilmkan, maka Angelina Jolie menjadi yang paling berpeluang memerankan tokoh Novakovic ini.

Dia adalah mantan pejabat Central Inteligence Agency (CIA), dia juga pernah menjadi deputy secretary di Departemen Pertahanan AS. Dan sejak 2013, dia menjadi CEO General Dynamic, perusahaan montraktor yang memproduksi tank, misil, pesawat jet dan drone.

Dia adalah wanita ke-11 yang paling berpengaruh dalam bisnis, dalam daftar yang disusun oleh Fortune. Di bawah kepemimpinan dia, saham perusahaan ini mengalami kenaikan sebesar 27 persen.

3. Indra Nooyi, CEO PepsiCo

Dia menjadi CEO Pepsi sejak tahun 2006. DI bawah kepemimpinan dia, penjualan Pepsi tembus USD66 miliar. Nooyi adalah salah satu wanita keturunan India-Amerika paling berpengaruh di dunia.

Di bawah kepemimpinan Nooyi, saham Pepsi mengalami kenaikan sampai 24 persen. Walau begitu, dia menghadapi tantangan besar dari gejolak valas dan ancaman kolapsnya ekonomi Rusia, pasar terbesar kedua setelah AS.

4. Ursula Burns, CEO Xerox

Dia dibesarkan oleh single mother, tapi kini dia menjadi wanita keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjadi CEO dari perusahaan yang masuk daftar Fortune 500.

Ketika menjadi CEO menggantikan Anne Mulcahy pada 2009, dia menjadi wanita pertama yang membawa perusahaan masuk dalam daftar Fortune 500.

Sejak dia mempimpin, saham Xerox telah naik lebih dari dua kali lipat. Tahun ini, saham Xerox naik sampai 24 persen.

5. Marillyn Hewson, CEO Lockheed Martin

Hewson menjadi CEO Lockheed sejak Januari 2013. Dia membuat perusahaan yang awalnya merugi ini menjadi untung.

Lockheed adalah perusahaan produsen alat-alat perang terbesar di dunia. Misalnya F-22 raptor fighter jet, misil hellfire dan helikopter kargo serta lusinan lagi inovasi peralatan dan perlengkapan perang.

Dia bawah pimpinannya, saham perusahaan ini menguat lebih dua kali lipat. Salah satunya berkat inovasinya mengembangkan cyber security dan energi alternatif.