Bestprofit Futures Jakarta

Puluhan petugas satwa liar sedang bekerja memindahkan lebih dari 130 ekor harimau dari sebuah kuil Buddha di provinsi Kanchanaburi, Thailand.

Para petugas hewan menggunakan senapan untuk membius binatang yang tinggal di Kuil Harimau dan memindahkan mereka ke taman satwa di dekatnya.

Direktur Kantor Konservasi Alam Thailand, Teunjai Noochdumrong, mengatakan tiga ekor harimau telah dibius dan dipindahkan pada hari Senin (30 Mei) dalam sebuah operasi seminggu yang melibatkan seribu petugas.

Kuil tersebut menghasilkan lebih US$5 juta atau Rp68 miliar setiap tahunnya karena kunjungan para wisatawan yang mengambil foto harimau tangkapan dan membawa mereka berjalan-jalan dengan menggunakan tali.

Para pegiat hak binatang telah berkampanye selama bertahun-tahun bagi penutupan kuil.

Mereka menuduh terjadinya perdagangan gelap bagian tubuh binatang dan memperlakukan harimau dengan tidak benar.

Binatang tersebut dipukuli dengan menggunakan tongkat dan dikendalikan dengan memasangkan rantai pendek.

Petugas satwa liar saat ini sedang memindahkan lebih dari 130 ekor harimau dari sebuah kuil Buddha yang berada di Provinsi Kanchanaburi, Thailand. Sejumlah petugas terlihat menggunakan senapan untuk membius binatang yang tinggal di kuil Wat Pa Luangta Maha Bua Yannasampanno atau dikenal dengan nama “Kuil Harimau”.

Petugas harus memindahkan harimau ke taman satwa di dekatnya, seperti dikutip BBC dan The Atlantic, Selasa (31/5/2016).

Direktur Kantor Konservasi Alam Thailand, Teunjai Noochdumrong, mengatakan, jika enam ekor harimau telah dibius dan siap dipindahkan pada Senin (30/5/2016).

Setidaknya terdapat 1.000 petugas terlibat dalam operasi pemindahan, yang diperkirakan akan memakan waktu lebih dari seminggu.

Berdasarkan Associated Press, lebih dari 300 petugas masih berjaga-jaga di kuil pada hari Senin malam untuk bisa memastikan dan menjaga lebih dari 100 ekor harimau yang belum dipindahkan.

Sisanya sedang dalam beberapa proses pemindahan dalam pekan ini. Pada Selasa ini, para petugas juga sedang bekerja keras untuk dapat memindahkan yang lainnya secara bertahap.

The New York Times melaporkan, petugas yang mengelola kuil harimau itu telah menyebutkan bahwa setahun hasil dari penjualan tiket ialah 3 juta dollar AS atau setara Rp 40,8 miliar.

Sedangkan berdasarkan pejabat pemerintah Thailand, hasil dari penjualan tiket untuk berbagai atraksi yang melibatkan harimau di kuit tersebut adalah 5,7 juta dollar atau sekitar Rp 77,6 miliar setiap tahunnya.

Penghasilan yang sangat besar itu terjadi karena adanya kunjungan para wisatawan yang mengambil foto harimau tangkapan dan membawa mereka untuk berjalan-jalan dengan menggunakan tali.

Para pegiat hak binatang memang telah gencar berkampanye selama bertahun-tahun untuk penutupan kuil tersebut.

Mereka telah menuduh jika telah terjadi perdagangan gelap bagian tubuh binatang serta memperlakukan harimau dengan tidak benar.

Binatang tersebut sering dipukuli dengan menggunakan tongkat dan dikendalikan dengan cara memasangkan rantai pendek.

PT.Bestprofit-Futures Jakarta