Bestprofit Futures

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung mendatar pada perdagangan saham selama sepekan. Belum ada sentimen kuat yang mampu mendorong pergerakan IHSG. Bestprofit Futures

Analis PT Recapital Securities Kiswoyo Adie Joe mengatakan, saat ini pelaku pasar masih menunggu laporan keuangan emiten. Sejauh ini belum semua emiten merilis kinerja keuangan 2016.

“Masih sideway sebetulnya. Lagi menunggu laporan keuangan. Kan belum pada keluar,” Jakarta, Senin (27/2/2017).

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh data-data makro ekonomi seperti inflasi. “Awal bulan juga ada inflasi,” imbuh dia. Kiswoyo memperkirakan IHSG bergerak di support 5.300. Sedangkan resistance di level 5.500.

Saham rekomendasi Kiswoyo antara lain, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

Selama sepekan kemarin (20-24 Februari 2017) IHSG ditutup positif pada posisi 5.385,90 atau meningkat 34,97 poin atau 0,65 persen dibanding pekan sebelumnya pada level 5.350,93. Seiring dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar juga meningkat 0,66% ke level Rp5.849,80 triliun dari Rp5.811,24 triliun di pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi perdagangan saham selama periode 20 hingga 24 Februari 2017 mengalami perubahan 13,67 persen menjadi 19,08 miliar unit saham dari 22,10 miliar unit saham di periode 13 hingga 17 Februari 2017.

Rata-rata nilai transaksi saham harian selama sepekan berubah 22,82 persen menjadi Rp6,46 triliun dari Rp8,37 triliun di pekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata frekuensi juga berubah 11,92 persen menjadi 360,32 ribu kali transaksi dari 409,10 ribu kali transaksi sepekan sebelumnya.

Investor asing telah mencatatkan jual bersih senilai Rp334,1 miliar sepanjang tahun ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat perdagangan saham Senin pekan ini. Data ekonomi Indonesia dan juga pergerakan harga komoditas bakal mempengaruhi kinerja IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, pelaku pasar tengah menuggu data ekonomi. Salah satu data yang bakal keluar pada pekan ini adalah inflasi. Sejalan dengan itu, harga komoditas yang membaik bakal menopang pergerakan IHSG.

“Perekonomian kita yang stabil dan jelang pergantian bulan di mana rilis data perekonomian dinanti oleh investor dan pelaku pasar. Sedangkan kondisi pergerakan komoditas masih akan mempengaruhi pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata dia Jakarta, Senin (27/2/2017).

William memperkirakan IHSG di level support 5.336 dan resistance 5.423.

Saham pilihan William antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Sama seperti Asjaya Indosurya, PT Binaartha Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan kembali menguat awal pekan ini. Namun penguatan cenderung tipis karena pelaku pasar menahan pembelian imbas pelemahan Bursa Asia.

“Sementara itu laju rupiah tampaknya kurang kuat mengangkat IHSG lebih tinggi lagi,” dalam pemaparan Binaartha.

Saham pilihan Binaartha antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF).

( mfs – Bestprofit Futures )