http://smart-money.co

Kondisi ekonomi Tanah Air hingga pertengahan tahun ini masih dianggap sebagai masa sulit. Menurut CEO NgaturDuit.com Api Perdana, banyak rekan bisnisnya mengaku bisnisnya mengalami kelesuan.

Banyak faktor yang memengaruhinya. Pertunjukan harus terus berjalan, jangan terlalu fokus pada masalah, fokus pada solusi, ujarnya. Secara fakta, saat ini pergerakan saham mengalami penurunan atau stagnan.

Artinya, ada saham dari perusahaan bagus yang ikut turun karena terbawa tren, meski perusahaan ini kenyataannya memang sedang mengalami penurunan kinerja.

Perusahaan yang baik, bukan perusahaan yang tak bisa lesu bisnisnya ketika ekonomi lesu. Melainkan, perusahaan yang mampu bertahan saat perekonomian buruk dan kembali melejit ketika kondisi ekonomi membaik.

“Kita harus sadar adanya sebuah kondisi harga terdiskon dari merek terbaik, dan saat ini merupakan saat terbaik mengakumulasinya,” katanya. Selanjutnya, buang pikiran optimistis berlebihan.

Optimistis memang hal baik, namun dalam kondisi yang tidak kondusif, hal ini bisa membawa orang pada tindakan spekulatif. Misalnya, kamu sangat optimis bulan depan nilai tukar rupiah membaik yang membuatmu tak membuat skema lindung nilai.

Ternyata, nilai tukar melemah, karena optimistis berlebihanmu, kamu jadi nekat dan hal ini termasuk dalam spekulasi. Dalam kondisi semacam ini, tingatkan sikap positif, bukan optimistis.

“Ketika ada penurunan harga saham, banyak yang takut sudah tak ada masa depan. Padahal kejadian ini bukan pertama kali, ada krisis 1998 dan 2008. Namun, kondisi membaik. Tanamkan hal positif semacam ini. Seberapa jauh penurunannya, sejauh itu potensi kenaikannya,” ujarnya.