http://bisnis.news.viva.co.id

Sejumlah data ekonomi yang akan dirilis Jepang juga jadi sorotan.

VIVAnews – Indeks saham utama Asia bergerak fluktuatif atau mixed pada perdagangan Jumat 30 Mei 2014, investor fokus pada sejumlah data ekonomi yang akan dirilis Jepang dan perkembangan situasi di Thailand.

Dikutip dari laman CNBC, indeks acuan di bursa Jepang diperkirakan akan melemah setelah sebelumnya ditutup di level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir pada Kamis kemarin. Osaka berjangka bergerak mendatar di level 14.690, atau 20 poin di bawah penutupan indeks Nikkei.

Indeks acuan di bursa Australia, S&P ASX 200 terlihat bergerak lebih tinggi setelah pada sesi sebelumnya bergerak mendatar. Perdagangan saham berjangka di Australia naik 0,2 persen ke level 5.541.

Indeks saham utama Amerika Serikat menguat pada penutupan perdagangan Kamis waktu New York.

Setelah sebelumnya sempat jatuh 12 poin, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 65,56 poin (0,4 persen) ke level 16.698,74, dengan saham Merck & Co memimpin kenaikan saham blue-chip.

Sementara itu indeks S & P 500 mencapai rekor intraday untuk tiga sesi berturut-turut, dan ditutup menguat 10,25 poin (0,5 persen) ke level 1.920,03, dengan saham sektor kosmetik dan konsumen membukukan keuntungan terbesar diantara 10 kelompok industri utama penyokong indeks S & P 500.

Indeks Nasdaq juga menguat 22,87 poin (0,5 persen) ke level 4.247,95

Departemen Perdagangan AS merilis, produk domestik bruto AS turun  1 persen pada tingkat tahunan di kuartal pertama 2014. Penurunan PDB tersebut memicu investor memperkirakan ekonomi AS akan pulih dari kontraksi pertama dalam tiga tahun. Hal itu memberi angin segar pada pasar saham.

Selain itu, pulihnya nilai imbal hasil (yield) treasury untuk 10 tahun di Amerika Serikat juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, yield treasury untuk 10 tahun berbalik naik 2 basis poin menjadi 2,461 persen, setelah sebelumnya jatuh di level terendah sejak Juni yakni 2,3971.

Laporan lain yakni klaim pengangguran jatuh 27.000 hingga 300.000 pada pekan lalu, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya 326.000.

Investor Asia akan memfokuskan pada keluarnya rilis sejumlah data ekonomi di Tokyo. Adapun data ekonomi pada April yang akan keluar di Tokyo yakni data pekerjaan, inflasi harga konsumen, pengeluaran rumah tangga, dan output industri. Investor memfokuskan laporan itu untuk melihat bagaimana kondisi perekonomian di Jepang yang akan menaikkan pajak konsumsi.

Laporan pertumbuhan ekonomi di India pada kuartal pertama tahun ini naik 4,8 persen dibandingkan tahun lalu, sedikit lebih baik dari perkiraan sebelumnya yakni menguat 4,7 persen.

Perkembangan situasi di Thailand juga menjadi sorotan investor Asia. Lebih dari 1.000 tentara angkatan darat dan polisi menutup salah satu persimpangan tersibuk di Bangkok pada Kamis untuk menghentikan protes terhadap kudeta militer.