Bestprofit Futures Jakarta

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik pada Rabu (3/8/2016) sekitar pukul 07.50 waktu setempat, demikian menurut keterangan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Rudal tersebut ditembakkan dari sebuah area di Provinsi Hwanghae, Korea Utara. Hingga saat ini belum diketahui jenis peluru kendali yang ditembakkan.

Seperti dilansir dari CNN, pada 19 Juli lalu, Korea utara menembakkan tiga rudal balistik dari pantai timurnya.

Menurut juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jeon Ha-gyu, rudal tersebut diyakini berjarak pendek, yakni jenis Scud atau Rodong, yang dapat mencapai jarak 500 hingga 600 kilometer.

Media Pemerintah Korea Utara mengatakan, pemimpin Korut Kim Jong-un, memberikan panduan lapang secara pribadi untuk latihan itu.

Bulan lalu, bersama dengan Amerika Serikat, Korea Selatan mengumumkan akan mengerahkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Seongju, sekitar 250 kilometer di tenggara Seoul.

Ketika telah aktif, sistem tersebut diperkirakan dapat melindungi dua per tiga wilayah Korea Selatan jika terjadi serangan dari Korut.

Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, dilempari telur dan botol air oleh sekelompok orang. Mereka marah karena pemasangan perisai pertahanan peluru kendali di daerah permukiman.

Akibat aksi lempar telur tersebut, pengawal perdana menteri harus menyelamatkan Pak PM Korsel ke sebuah kantor pemerintah. Saat itu ia, Jumat 15 Juli 2016, ia tengah berpidato.

Dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (16/7/2016), Hwang mengunjungi Seongju untuk menjelaskan kepada penduduk alasan pemerintah pusat menempatkan sistem Amerika Serikat yang dikenal dengan nama THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) di daerah pedesaan yang terkenal akan semangkanya.

Amerika dan Korea Selatan sepakat menempatkan perisai pertahanan untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara.

Sistem THAAD akan mampu mendeteksi dan menembak jatuh misil Korut, namun China berkata hal ini akan merusak kepentingan keamanan negara-negara di wilayah tersebut.

“Pada permulaan bulan Juli, Korea Utara telah melakukan uji coba rudal balistik dari kapal selam, namun gagal pada tahap awal peluncuran,” kata militer Korea Selatan.

Rudal tersebut diluncurkan dari perairan kawasan timur Semenanjung Korea, di lepas pantai Pelabuhan Sinpo, pada pukul 11.30 waktu setempat.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)