Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 185Saat ini nasib penumpang kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 untuk mendapatkan klaim asuransi atau ganti rugi belum mendapatkan kepastian. Proses identifikasi korban atau pun penyebab jatuhnya pesawat masih terus dilakukan. Kepastian penyebab kecelakaan terjadi nantinya akan menjadi salah satu acuan apakah klaim asuransi korban termasuk pesawatnya bisa dicairkan.

 

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan, dalam bisnis penerbangan, setiap penumpang wajib mendapatkan perlindungan asuransi kecelakaan. Apa pun faktor penyebab terjadinya kecelakaan, penumpang hanya sebagai korban, maka dari itu sudah sepatutnya klaim asuransi atau ganti rugi tetap dibayarkan.

 

“Soal larangan terbang ini tanggung jawab maskapai penerbangan. Mereka korban tidak bisa disalahkan. Korban umumnya selalu dapat santunan, penumpang tidak bisa disalahkan. Kalau asuransi seperti Jasa Raharja memang ada jaminan dari pemerintah, jadi apa pun penyebabnya sejauh tidak karena lalai atau melanggar hukum maka wajib dibayar ganti ruginya,” kata Julian saat dihubungi detikFinance, seperti dikutip Jumat (25/7/2014).

 

Menurut Julian, setiap penumpang maskapai penerbangan apa pun selalu disertai perlindungan asuransi baik kecelakaan atau pun jiwa. Ini sebagai salaah satu bentuk perlindungan maskapai terhadap penumpangnya.

 

“Pesawat terbang selalu ada asuransinya termasuk penumpangnya jadi sudah masuk satu paket. Itu semua di luar skim dari asuransi pribadi. Jadi itu tadi adalah asuransi wajib dari maskapai penerbangannya,” jelas dia.

 

Terkait besaran klaim, kata Julian, semua ditetapkan berdasarkan maskapai dari negara masing-masing. Namun biasanya, pertanggungan asuransi untuk korban kecelakaan pesawat ini nilainya cukup tinggi mencapai Rp 1 miliar per jiwa.

 

“Pertanggungan penumpang pesawat setiap negara berbeda-beda tetapi memang wajib diasuransikan. Semua ada skim masing-masing berapa besaran asuransi yang harus dibayarkan, untuk asuransi penumpang biasanya masing-masing Rp 1 miliar per penumpang. Besaran tergantung kondisi bila meninggal, cacat berapa besar persentasenya atau bila harus melakukan perawatan, uang asuransi bisa dijamin hingga sembuh,” kata Julian.

 

(hds/ang)