Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

212886_aktivitas-di-bursa-efek-new-york_663_382Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu New York. Penurunan ini menarik indeks S & P 500 kembali di bawah level 2.000.

 

Seperti dikutip dari laman CNBC, Jumat 29 Agustus 2014, pelemahan indeks disebabkan karena kekhawatiran investor terkait konflik Ukraina, yang mengabaikan laporan data yang menunjukkan optimisme pada ekonomi dan pasar tenaga kerja AS.

 

“Data ekonomi AS baru-baru ini positif, tetapi karena adanya pergesekan dunia, yaitu konflik Ukraina dan Rusia, memicu investor untuk menjual,” ujar Paul Karos, Senior Portfolio Manager Whitebox Mutual Funds.

 

Sementara itu, CEO Earnings Scout, Nick Raich mengatakan, pertumbuhan kuartal kedua memang tidak mengejutkan dan sebagian perusahaan memiliki laba kuartal kedua yang lebih baik. “Tetapi, sebagian kecil perusahaan memiliki tren merevisi pendapatannya menjadi lebih rendah di kuartal ketiga,” kata dia.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir merosot 42,44 poin (0,3 persen) ke level 17.079,57.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 3,38 poin (0,2 persen) pada level 1.996,74, dengan saham sektor keuangan yang paling mendapatkan kerugian diantara 10 kelompok industri utama.

 

Adapun indeks Nasdaq turun 11,93 poin ke level 4.557,69.

 

Saham Dollar General menguat setelah perusahaan itu merilis laporan keuangan kuartal kedua. Saham Abercromble & Fitch turun setelah laporan laba bersih perusahaan itu di bawah perkiraan sebelumnya.

 

Departemen Perdagangan AS merilis data ekonomi yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih baik dari yang diproyeksikan sebelumnya, yakni pada kuartal kedua produk domestik bruto (PDB) meningkat 4,2 persen dari perkiraan sebelumnya hanya tumbuh 4 persen.

 

Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja yang melaporkan klaim tunjangan pengangguran turun 1000 menjadi 298.000, pekan lalu.

 

Sementara, National Association of Realtors melaporkan pada Juli, lebih banyak warga AS yang menandatangani kontrak untuk membeli rumah, dengan indeks penjualan rumah yang tertunda naik menjadi 3,3 persen.

 

Namun, investor lebih memfokuskan pada perkembangan konflik di Ukraina. Presiden Ukraina pada Kamis menuturkan bahwa pasukan Rusia telah masuk ke negaranya dan berjuang bersama-sama dengan separatis pro-Rusia.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya naik 2,3 persen di level 12,05.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 491 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 2,3 miliar unit saham. (ita)

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak turun 0,5 persen. Pelemahan indeks utama pasar saham Korea Selatan ini juga dipicu oleh anjlok lebih dari 1 persen saham blue-chip Hyundai Motor dan Samsung Electronics. (ita)