Konflik Irak Berlanjut, Pasar Saham Asia Dibuka Memerah

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini dibuka turun 0,8 persen.

VIVAnews – Pasar saham Asia kembali memerah pada pembukaan perdagangan Jumat 13 Juni 2014, menyusul kekhawatiran ketegangan yang semakin meruncing di Irak dan investor memilih berhati-hati menjelang keluarnya data-data ekonomi Tiongkok.

Seperti dikutip dari laman CNBC, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah memperingatkan kemungkinan serangan militer di Irak menyusul pemberontakan yang dipimpin oleh Sunni menyebar dengan cepat.

Pada Kamis, pasukan etnis Kurdi di wilayah Utara mengambil alih Kirkuk (wilayah ladang minyak Kirkuk-Ceyhan), untuk melindungi dari Negara Islam Irak, sebuah kelompok militan yang telah menggulingkan tiga kota dan bersumpah akan menguasai Baghdad.

Pemerintah Irak pada pekan ini meluncurkan serangan udara ke Mosul, wilayah yang telah dikuasai militan.

Selain itu, perhatian investor Asia akan fokus pada rilis data output industri, investasi aset tetap, dan data penjualan ritel Tiongkok pada Mei yang akan dikeluarkan pada pukul 01.30 waktu Singapura atau Hong Kong.

Analis memperkirakan output industri pada Mei naik 8,8 persen, setelah pada April lalu naik 8,7 persen. Sementara itu, penjualan ritel diperkirakan
meningkat 12,1 persen.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini dibuka turun 0,8 persen, atau level terendah dalam dua pekan terakhir, memperpanjang penurunan hari kedua.

Indeks acuan pasar saham Jepang ini berada pada level 14.862,49. Nilai mata uang yen diperdagangkan sekitar US$102 per dolar AS.

Bank of Japan akan mengumumkan kebijakan moneternya pada pukul 11.30
waktu Singapura atau Hong Kong. Tetapi, pasar lebih memfokuskan pidato
Gubernur Kuroda untuk mendapatkan petunjuk terkait pelonggaran kebijakan moneter yang dijadwalkan pada pukul 02.30 waktu setempat.

Saham Kawasaki Heavy turun hampir dua persen, sedangkan saham Mitsubishi Motor melemah 1 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,3 persen, atau level terendah dalam tiga pekan terakhir. Indeks patokan pasar saham Australia ini bertengger pada level 5.393,80.

Nilai tukar mata uang dolar Australia diperdagangkan pada level tertinggi dalam tujuh bulan.

Merosotnya harga patokan nikel dunia ke level terendah dalam dua bulan menyebabkan saham pertambangan anjlok. Saham Fortescue Metals merosot 4 persen, sedangkan saham BHP Billiton kehilangan satu persen.

Indeks Kospi di bursa Korea Selatan pada pagi ini bergerak melemah 0,7 persen. Indeks patokan pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.994,19.

Pelemahan saham tersebut dipicu oleh keluarnya data ekspor pada Mei yang direvisi menjadi turun 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (art)