Kisah Pengusaha Kehilangan 11 Temannya Jadi Korban AirAsia

http://bisnis.news.viva.co.id

VIVAnews – Suasana duka terus menyelimuti negeri ini seiring tragedi maut yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura. Hingga hari ke-12 pencarian, Kamis malam, 8 Januari 2015, baru 44 jenazah yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan di Selat Karimata.

Seperti diketahui, pesawat berjenis Airbus A320-200 tersebut dilaporkan hilang kontak dari pusat pengendali lalu lintas udara pada Minggu, 28 Desember 2014. Pesawat dengan registrasi PK-AXC itu, membawa 155 penumpang, terdiri dari 137 orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Selain itu, terdapat juga 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 orang teknisi.

Meskipun demikian, dengan masih banyaknya jumlah korban yang belum ditemukan, kabar dari pencarian tetap dinantikan oleh pihak keluarga maupun kerabat terkait. Ini juga dirasakan oleh salah seorang pengusaha yang telah kehilangan 11 temannya sebagai penumpang di AirAsia tersebut.

Direktur PT Mitra Manna, pemegang lisensi restoran The Manhattan FISH MARKET di Indonesia, Wahono Saputra, menyampaikan kepada VIVAnews bahwa dia sangat terkejut dan merasa terpukul dengan kondisi itu. Menurutnya, sampai saat ini, ke-11 temannya belum juga ditemukan.

“Di pesawat itu ada dua grup. Satu grup ada empat orang, terdiri dari suami-istri dan dua anaknya. Dan grup berikutnya adalah satu keluarga yang berisikan tujuh orang sekaligus. Jadi, semuanya 11 orang ikut hilang dan keluarga dari teman-teman saya itu masih terus berharap bisa ditemukan,” terangnya.

Wahono pun mengungkapkan, semua temannya itu memang ingin merayakan acara Tahun Baru di Singapura. Pertama kali mengetahui kabar hilangnya pesawat AirAsia, dia mendapatkan isi pesan singkat dari teman yang lainnya.

“Pas lagi hari libur, saya sedang menyetir mobil tiba-tiba saya buka pesan singkat di ponsel dari teman lainnya. Saya malah ditanya, posisi di mana, apakah terbang ke Singapura juga karena katanya pagi itu ada kabar AirAsia hilang. Lalu, saya nonton berita di televisi dan ternyata saya juga dapat kabar termasuk dari istri saya kalau teman-teman saya itu semuanya termasuk penumpang di pesawat tersebut,” tuturnya.

Selain itu, dia menerangkan, khusus untuk grup pertama yang berisikan empat orang merupakan sesama orang tua murid di sekolah yang sama dengan anaknya. “Anak-anak mereka satu sekolah dengan anak saya. Kami sangat dekat dan suka kumpul juga,” tuturnya.

Dia menyampaikan, pada hari Senin mendatang, 12 Januari 2015, seharusnya awal masuk sekolah tahun ini. Akan tetapi, lanjut Wahono, untuk memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan maka pihak sekolah diliburkan dalam satu hari itu.

“Hari Senin depan sekolah itu akan diliburkan. Singapore National Academy, Surabaya, akan mengadakan semacam acara memperingati kecelakaan AirAsia itu. Akan diadakan acara di sekolah tersebut, salah satunya mendatangkan psikologi untuk mengatasi anak-anak lainnya yang ikut trauma dengan peristiwa tragis itu,” katanya.

Di sisi lain, salah satu adik dari temannya tersebut tetap memiliki harapan bahwa kakaknya masih hidup karena jenazahnya belum ditemukan. “Saya masih lihat di status ponselnya, ‘kokoh yang kuat ya’, mengharapkan kakaknya tetap selamat. Saya sendiri tetap mendoakan supaya keluarga dapat diberikan kekuatan menghadapi semua ini,” tambahnya. (one)