Bestprofit Futures Jakarta

Benjamin Holgt dari Klemburg, Jerman, mendadak terkenal di media sosial. Sebab, pria bule tersebut melakukan hal tak lazim. Dia mengemis di Indonesia dan mendapat duit hingga jutaan Rupiah.

Lewat unggahan akun facebook Abdi bayu, Rabu (7/9) lalu, Benjamin saat itu terlihat mengemis di pinggir jalan dengan memakai baju putih dan celana hitam sedang memegang gelas bermaksud meminta belas kasih dari pejalan kaki. Dari hal itu, Benjamin mendadak menjadi perbincangan warga Bali Bestprofit Futures Jakarta.

Saat itu, Benjamin mengaku tidak memiliki uang untuk kembali ke negaranya. Bahkan dirinya telah menghubungi Konsulat Jenderal Jerman di Bali agar bisa terbang menuju Jerman.

Namanya Benjamin Holgt dari Klemburg, Jerman. Dia memiliki masalah dengan kakinya, kaki gajah. Keberadaannya mungkin bisa mendapatkan perhatian di media sosial,” demikian dikutip dari akun Facebook Abdi.

Bayu mengaku bertemu dengan Benjamin di sekitar persimpangan lampu lalu lintas, tepatnya Jalan Bypass Kediri Tabanan, Bali. Bayu mengaku dirinya dengan sengaja mengunggah foto tersebut agar dapat membantu Benjamin dapat kembali ke negaranya.

“Jika ingin membantunya, dia selalu berada di sekitar Kediri Tabanan,” katanya.

Banyak warga juga menanyakan keaslian kaki bule tersebut. Sebab sudah banyak pengemis berpura-pura demi mendapatkan belas kasih para pengguna jalan. “Saya sempat tolah tolih lihat kamera tersembunyi. Siapa tahu memang permainan saja,” ungkap Tantri salah seorang karyawan toko di lokasi dekat bule asal Jerman ini mengemis.

Selain itu di sebuah akun bernama Derk Reckel menyebutkan, bahwa Benyamin adalah pengemis yang sangat profesional.

“He is professional beggar. Did the same in Bangkok, got help as some people collected funds, spend the money on party and continued begging. Just don’t give him anything, say Derk, Germany,” tutur Derk dalam akunnya.

Dari penelusuran merdeka.com, Rabu (7/9), Benjamin ternyata cukup dikenal di kawasan Asia Tenggara. Dirinya bahkan pernah melakukan aksinya yang sama di Thailand dan juga Filipina.

Selain tidak mempunyai ongkos untuk pulang, Benjamin juga mengidap penyakit kaki gajah. Hal ini pun dipergunakannya untuk meminta-minta. Hingga sebuah organisasi kemanusiaan di Thailand memberikan bantuan berupa uang sebesar THB 50 ribu atau sekitar Rp 18 juta agar dia bisa pulang ke negerinya Bestprofit Futures Jakarta.

Namun, hanya selang sehari, ternyata Benjamin menghabiskan uang pemberian tersebut untuk berpesta PSK di Pattaya. Hal tersebut bukan hanya sekali, tapi sudah dua kali hingga dirinya dideportasi karena ketahuan menyalahgunakan visa kunjungannya.

“Seorang pria asal Jerman berusia 30 tahun tepergok mabuk dan berpesta setelah mengemis di jalanan Bangkok dan Pattaya, dan kembali mencoba peruntungan baru di Filipina,” tulis harian Bangkok Post.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, sebelum mengemis di Bali, Benjamin lebih dulu mengunjungi Jakarta.

“Katanya sih tujuan awalnya dari Jerman memang ke Jakarta. Mungkin setelah habis duitnya di Jakarta terus ke Bali. Pengakuan bule itu naik bus ke Bali,” katanya.

Setelah beberapa pekan tidak terlihat di Bali, Benjamin kini muncul kembali di Surabaya, Jawa Timur. Dirinya diamankan oleh petugas Satpol PP karena mengemis di Jalan Kayun, Minggu (11/9) kemarin.

“Aku tidak mengerti, kenapa ditempatkan di tempat seperti ini (Liponsos). Aku punya uang, dan dokumenku juga legal,” keluh-kesahnya dalam bahasa Inggris.

Selain itu, dirinya protes atas perlakuan dari petugas. Pasalnya, selama dijaring di Thailand dan Filipina dirinya tidak pernah disatukan dengan anak jalanan, pengemis, bahkan dikumpulkan bersama orang-orang gila. Tapi baru merasakan saat berada di Kota Pahlawan.

Benjamin kembali berdalih, kalau dia memiliki uang dan tiket pulang ke Jerman. Memang, diakuinya, saat berada di Bali dirinya sempat kehilangan uang. Sehingga terpaksa mengemis selama dua hari dan mengaku mendapat Rp 1.5 juta. “Aku ada uang dari hasil sumbangan orang-orang di Bali. Pecahan ratusan dan ribuan,” ungkapnya.

Kasus ini masih menjalani pemeriksaan aparat berwajib. Untuk sementara Benjamin dititipkan pihak Liponsospun ke pihak imigrasi.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)