Bestprofit Futures Jakarta

Bocah berusia empat tahun di Bangladesh menderita penyakit misterius yang membuatnya terlihat layaknya seorang pria tua. Menurut keluarga dan doktor, anak laki-laki itu kini dirawat di rumah sakit Bestprofit Futures Jakarta.

Seperti yang dikutip dari Hindustan Times, Selasa (9/8/2016) Bayezid Shikdar terlahir dengan ‘kelebihan kulit’ sehingga wajah dan sekujur tubuhnya bergelambir layaknya orang tua. Balita itu juga menderita kelainan jantung, penglihatan, dan pendengaran.

Sementara itu tim dokter di Dhaka Medical College Hospital, rumah sakit terbaik di Dhaka, telah sepakat untuk mencoba mendiagnosis dan mengobati Bayezid secara gratis. Karena bocah malang itu berasal dari keluarga petani miskin.

Menurut ayah Bayezid, Lablu Shikdar, selama ini sejumlah dokter kebingungan menjelaskan kondisi sang putra. Ia juga mengatakan telah menempuh sejumlah cara demi menyembuhkan Bayezid.

“Kami telah menjual tanah untuk membawa dia ke rumah sakit lokal. Kami juga membawanya ke dukun dan dokter herbal, namun kondisinya tidak berubah. Rumah sakit ini adalah harapan terakhir kami,” ujar Shikdar.

“Kami berharap mereka (dokter) akan membuatnya terlihat normal seperti anak lainnya,” imbuhnya.

Dokter awalnya menduga, Bayezid menderita progeria sehingga menyebabkan penuaan dini setelah lahir serta diikuti dengan komplikasi kesehatan yang parah. Kasus kelainan genetik yang sangat langka merupakan subyek dari film Hollywood, ‘The Curious Case of Benjamin Button’ yang dibintangi oleh Brad Pitt.

Tim dokter di rumah sakit Dhaka mengatakan mereka perlu sangat berhati-hati dengan melakukan tes ekstensif sebelum memberikan diagnosis yang terkonfirmasi.

“Dalam progeria, proses penuaan dipercepat oleh waktu,” jelas Abul Kalam, Kepala Unit Luka Bakar dan Operasi Plastik.

“Namun menurut orangtua Bayezid, proses penuaan putra mereka telah terhenti belum lama ini. Ada tanda-tanda perbaikan. Kami tengah menyelidiki kondisinya. Selain kulit kendur, ia juga memiliki masalah fungsi hati, telinga, mata, dan penis,” kata dia.

Doktor menambahkan kondisi kelainan genetik yang dialami Bayezid itu mungkin saja hasil dari perkawinan sedarah, termasuk dengan sepupu pertama yang lazim dilakukan di wilayah pedesaan Bangladesh.

Menurut sang ibu, Tripti Khatun, kendati memiliki kondisi fisik yang tak normal, namun putranya memiliki sifat kanak-kanak sama seperti bocah lainnya.

“Dia sangat menyukai ikan dan nasi. Dia juga bermain sepakbola dan petak umpet dengan sepupunya,” jelas Khatun.

“Ketika saya pertama kali melihatnya, dia tampak seperti buntelan kulit. Kami tidak tahu apa yang ia derita. Kami pikir kondisinya akan berubah. Dia adalah seorang anak laki-laki yang sangat berbakat. Kadang ia meraih buku dan ingin pergi ke sekolah. Tapi menurut kami dia masih terlalu kecil, “tambahnya.

Sebelum kedatangan Bayezid, rumah sakit yang sama telah lebih dulu menangani pria berusia 26 tahun yang dijuluki ‘manusia pohon’.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)