http://www.seputarforex.com

Pengaturan kebijakan moneter Australia saat ini dikonfigurasikan untuk mendukung tumbuhnya permintaan. Kalimat tersebut diungkapkan oleh salah seorang pejabat Bank Sentral Australia (RBA), Christopher Kent.

Kent yang menjabat sebagai Asisten Gubernur tersebut juga menjelaskan bahwa rendahnya suku bunga sejatinya tak hanya dapat meningkatkan pendapatan disposabel para debitur secara temporer, tetapi juga menurunkan pemasukan orang-orang yang bergantung pada aset-aset berbunga.

Didominasi Populasi Usia Senja

Saat ini, suku bunga acuan Australia berada di kisaran 2.5 persen, dan level tersebut telah dipertahankan sejak bulan Agutus tahun 2013 lalu. Berbicara dalam kongres nasional Leading Age Services Australia di Adelaide pada Senin (20/10) hari ini, Kent memfokuskan pidatonya pada tantangan dan peluang ekonomi yang dihadapi oleh populasi lansia yang makin bertambah di Australia.

Menurut Kent, kontribusi terbaik yang dapat diberikan oleh RBA sehubungan dengan populasi yang saat ini didominasi oleh masyarakat yang berusia senja adalah dengan menjaga suku bunga rendah serta menstabilkan inflasi.

AUD/USD menguat ke posisi 0.8783 atau naik 0.45 persen pasca pidato tersebut. Pekan lalu, Dolar AS terdongkrak oleh laporan sentimen konsumen AS dari UoM yang menunjukkan kenaikan. Selain itu, peningkatan harga rumah di atas ekspektasi bulan lalu juga masih menjadi outlook pendukung.