Bestprofit Futures Jakarta

Mengapa kita sering merasa tak berdaya.

VIVA.co.id – Mengapa kita sering merasa tak berdaya dan merasa beban hidup semakin lama makin berat. Mengapa kita sudah 10 tahun-20 tahun bekerja bukannya mendapatkan empowerment (pemberdayaan), malah seolah semakin buntu Bestprofit Futures Jakarta.

Darimana sumber empowerment itu muncul. Sering kita berpikir. Bila orang lain berbuat baik, kita pun membalas dengan berbuat baik kepadanya. Dan, bila orang lain berbuat jahat kepada kita, kita pun berbuat jahat kepada dia. Salah.
1. Kita akan cenderung membatasi relationship kita. Kalau orang yang berbuat jahat lalu kontak teleponnya kita delete, lama-kelamaan contact kita isinya berkurang.
Contohnya, setelah menikah 24 tahun, saya cek nomor contact phone book saya 500, sedangkan istri saya 2.000. Ya, bila setiap kali tidak senang pada seseorang, contact-nya kita hapus, ya lama kelamaan contact-nya sedikit.
2. Kita akan semakin kehilangan power. Saya pernah mendapatkan curhat dari sahabat saya satpam. Utangnya menumpuk hingga mencapai Rp50 juta. Ternyata setelah disurvei, semua orang di sekitar kita mengalami permasalahan pelik yang sama. Tidak ada orang yang bebas masalah.
Justru tugas kita, kesempatan muncul ketika kita ikhlas membantu solusi masalah orang lain. Kaya atau miskin, melihat permasalahan orang miskin mudah karena mereka memang sering butuh bantuan.
Justru bagaimana kita bisa melihat, membuka mata dan hati atas persoalan orang kaya? Itulah masalahnya. Pamrih kita, dendam kita akan menutupnya. Seperti tirai kita akan tertutup atas pemahaman kita akan persoalan orang kaya.
Bila kita tidak membantu persoalan orang lain, baik kaya atau pun miskin, bagaimana mungkin kesempatan tercipta.
3. Jadi, kesempatan kita itu tertutup oleh tirai dan semakin buram, semakin menghalangi mata kita, karena sikap kita yang ingin mencari pertolongan. Itulah yang paling langka paling sulit. Dunia tidak bekerja atas dasar rasa iba. Dunia bekerja atas dasar motivasi interest pribadi.
Jadi, ketika kita mengubah sikap dengan memunculkan sikap keikhlasan, kesempatan akan muncul.
Kalau disurvei, kita sering merasa opportunity semakin langka dan hidup terasa buntu. Namun, survei membuktikan kesempatan muncul dari persoalan sahabat handai taulan sekitar kita.
4. Bila pikiran kita semakin jernih terbebas dari beban pamrih dan iri, maka akan terlihat bahwa kita memiliki power.
Kita sering merasa bahwa kekuasaan menindas diri kita dan kita tak berdaya. Tidak. Kita harus yakin bahwa mata uang tertinggi bukan uang, bukan kekuasaan dunia, namun rasa iba.
Misalnya, kalau dirunut-runut kepada akar sumber kekuasaan, kita menemukan bahwa pada diri orang orangtua kita, mereka butuh kasih sayang kita. Ya, betul misalnya pada diri seorang kakek dan nenek, sebagai titik sumber kekuasaan tertinggi, muncul kebutuhan keinginan kasih sayang dari anak dan cucunya.
Jadi, ketika kita mengungkapkan rasa kasih sayang yang besar kepada titik sumber kekuasaan, kita pun bisa mengendalikan kekuasaan. Karena kita paham akar sumbernya.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)