Bestprofit Futures Jakarta

Setelah kehilangan daerah kekuasaan di Suriah dan Irak, ISIS diperkirakan akan melakukan pelebaran sayap. Menurut seorang pengamat terorisme, organisasi Islam radikal ini akan menjadikan negara-negara di Asia Tenggara sebagai sasaran selanjutnya.

Menurut kabar yang dirilis oleh CNN, Rabu (3/8), pengamat terorisme asal Malaysia, Ahmad El-Muhammady, menilai bahwa ISIS akan menegaskan kehadirannya di negara Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia.

“Daerah yang dikendalikan oleh ISIS menyusut dan ini memiliki dampak psikologis pada merka. Bahkan di antara pejuang siber mereka, mereka bertanya-tanya apa yang akan terjadi sekarang,” ujar Ahmad yang juga menjabat sebagai penasihat untuk Kepolisian Diraja Malaysia.

Ahmad dalam keterangannya juga mengutip sebuah data yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat. Menurut data tersebut, ISIS kini telah kehilangan setidaknya 45 persen wilayahnya di Irak dan 10 persen di Suriah.

“Bagaimana ISIS mempertahankan dukungan? Mereka harus pergi ke lingkar kedua konflik, yaitu negara-negara tetangga mereka, atau lingkar ketiga konfli, yaitu Asia Tenggara,” sambung Ahmad.

Sebelumnya, ISIS telah secara gamblang mendeklarasikan perang terhadap Indonesia dan Malaysia melalui sebuah video propaganda kelompok militan ISIS yang beredar di dunia maya bulan Juni silam. Video tersebut juga memperlihatkan tentara anak yang mengangkat senjata dan membakar paspor Malaysia.

Aksi terorisme yang melanda Perancis dan menyebabkan seorang pastor tewas dalam aksi pembunuhan di sebuah gereja, Perancis bagian utara, kembali mendapatkan simpati dari para pemimpin komunitas Muslim di Perancis.

Menurut kabar yang dirilis CNN, Senin (1/8), para pemimpin komunitas dan organisasi Muslim Perancis disebutkan menolak untuk menguburkan jenazah teroris yang melakukan penyanderaan dan pembunuhan Pastor Jacques Hamel.

Mohammed Karabila yang merupakan pemimpin organisasi Islam di Perancis, mengungkapkan bahwa para Imam di wilayah Normandy menolak untuk memimpin upacara penguburan Adel Kermmiche (19), pelaku teror yang juga menyatakan afiliasinya dengan ISIS.

Lebih jauh lagi, Karabila juga menegaskan bahwa seluruh imam di Perancis menolak untuk memberikan upacara pemakaman untuk Kermiche dan juga Abdel-Malik Petitjean. Keduanya ditembak mati oleh polisi saat mereka keluar dari Gereja Saint-Etienne, usai melakukan aksi penyanderaan terhadap lima jemaat gereja dan seorang pastor.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)